Punya Akun PayLater, Ini Cara Mengenali dan Mencegah Penipuan

Punya Akun PayLater Ini Cara Mengenali dan Mencegah Penipuan Ilustrasi, Traveloka Paylater

Covesia.com - Perkembangan teknologi memberikan dampak yang positif bagi kehidupan masyarakat modern. Sejumlah aktivitas bisa dilakukan dengan online sehingga lebih praktis, mudah, dan cepat, salah satunya berbelanja. Adanya opsi pembayaran dengan metode PayLater semakin memudahkan pembeli dalam memenuhi kebutuhannya.

Transaksi dengan PayLater memang telah menjadi tren di kalangan masyarakat belakangan ini. Namun, hal itu juga membuat modus penipuan online meningkat drastis. Banyak oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan dan kelalaian pengguna untuk memperoleh keuntungan.

Bagi Anda yang memiliki akun PayLater, supaya tidak mengalami kerugian, kenali modus penipuan yang sering terjadi dan cara menghindarinya berikut ini. 

1. Menawarkan Bantuan Pendaftaran PayLater

Apakah Anda ingin mendaftar PayLater, tetapi kurang paham caranya? Sejumlah oknum memanfaatkan celah ini untuk melakukan penipuan, khususnya terhadap mereka yang belum terlalu melek teknologi. Dengan dalih membantu pendaftaran PayLater, oknum tersebut meminta data pribadi dan rahasia.

Data pribadi tersebut dapat disalahgunakan untuk kepentingan lain yang akan merugikan si pemilik data. Karena itu, jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak lain, bahkan mereka yang mengatasnamakan fintech tertentu. Sebaiknya, lakukan pendaftaran PayLater secara mandiri untuk menghindari modus penipuan tersebut.

Apabila mengalami kendala berupa kesulitan melakukan tahap-tahap pendaftaran, mintalah orang yang dipercaya untuk memandu Anda secara langsung. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa melakukannya sendiri dengan mempelajari terlebih dahulu alur yang benar dari penyedia PayLater. 

2. Diminta Mengisi Link yang Berisi Data Pribadi

Modus penipuan PayLater selanjutnya adalah mengisi tautan yang berisi data pribadi. Pesan untuk mengisi link tersebut biasanya diterima melalui SMS, Whatsapp, atau email. Umumnya, penyedia PayLater tidak mengirimkan tautan untuk mendapatkan data dari calon pengguna. Semua tahap pendaftaran dilakukan melalui aplikasi PayLater.

Banyak fintech sudah tidak lagi menggunakan metode SMS untuk meminta calon pengguna mengisi data pribadi melalui tautan. Karena itu, jika Anda menerima pesan seperti ini, sebaiknya abaikan saja. Apalagi jika Anda merasa tidak mendaftarkan diri sebagai pengguna PayLater, pesan tersebut patut dicurigai. 

3. Menerima Telepon yang Mengaku Customer Service

Jika Anda pengguna PayLater aktif, berhati-hatilah saat menerima telepon dari orang asing yang mengaku sebagai customer service dari penyedia PayLater tersebut. Oknum yang melakukan penipuan biasanya berpura-pura menjadi pihak dari PayLater dan menyampaikan bahwa akun PayLater Anda bermasalah.

Selanjutnya, oknum tersebut akan meminta data pribadi Anda untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bisa dipastikan, hal ini merupakan modus penipuan, apalagi jika Anda merasa bahwa PayLater sedang tidak bermasalah. Jika menerima telepon seperti ini, segera tutup dan jangan menghiraukannya.

Jika kebetulan akun PayLater bermasalah dan Anda menerima telepon dari nomor asing, tetaplah meningkatkan kewaspadaan. Sebagian besar masalah PayLater bisa diselesaikan melalui aplikasi dan komunikasi resmi biasanya dilakukan melalui email. Alamat pengirim email pun jelas. 

4. Menawarkan Bantuan Pencairan Tunai 

Aplikasi PayLater seperti Traveloka ditujukan untuk membeli produk-produk yang ada di Traveloka. Pengguna PayLater tidak bisa melakukan pencairan tunai sesuai limit yang masih tersedia. Jasa gesek tunai ini melanggar ketentuan dari penyedia PayLater. 

Karena itu, apabila ada pihak yang menawarkan bantuan pencairan tunai, jangan mudah tergoda. Salah satu modus penipuan yang memanfaatkan kelalaian pengguna PayLater adalah dengan cara seperti ini. 

Bukan mendapatkan uang tunai seperti yang dijanjikan, Anda rentan ditipu dan dirugikan oleh oknum penipu. Namun, karena akun PayLater tersebut menggunakan nama dan data Anda, yang harus membayar dan melunasi pinjaman tersebut adalah Anda sendiri.

5. Pembayaran Tagihan ke Nomor Rekening Lain

Setelah menggunakan PayLater, Anda tentu harus membayar tagihannya sesuai jadwal yang telah ditentukan. Nah, jika ada pihak yang meminta Anda untuk membayar tagihan ke nomor rekening lain yang tidak tertera pada aplikasi, jangan melakukannya.

Permintaan tersebut dapat merupakan modus penipuan PayLater. Uang tersebut akan masuk ke nomor rekening pelaku dan tagihan Anda pun tidak terbayar. Kelalain seperti ini pasti sangat merugikan.

Untuk menghindarinya, hal yang perlu dilakukan adalah meneliti nomor rekening yang dituju. Pastikan informasi yang tertera pada nomor rekening tersebut bukan nama yang asing, tetapi perusahaan penyedia PayLater yang resmi. Ikuti instruksi dari aplikasi PayLater untuk membantu Anda terhindar dari modus penipuan seperti ini.

6. Menerima Pesan untuk Mengubah Password

Modus penipuan lainnya adalah dengan berpura-pura menjadi pihak penyedia PayLater dan meminta Anda untuk mengubah password aplikasi PayLater. Jika Anda merasa tidak meminta perubahan password, abaikan saja instruksi tersebut.

Pesan ini biasanya diikuti dengan instruksi lain yaitu membuka website yang tidak jelas, mengganti username dan password, serta mengirimkan OTP yang Anda terima. Jika ini terjadi, segera ganti username dan password baru di aplikasi Anda dan tetap merahasiakan informasi pribadi Anda. 

Inilah beberapa modus penipuan yang mengatasnamakan penyedia PayLater dan bisa merugikan Anda sebagai pengguna. Dengan mengenal cara menghindarinya, Anda bisa lebih waspada dan bebas dari risiko penipuan. Jangan lalai untuk menjaga data pribadi karena bisa disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

(ppl)


Baca Juga