Beginilah Cara Kerja Perusahaan B2B yang Perlu Anda Tahu

Beginilah Cara Kerja Perusahaan B2B yang Perlu Anda Tahu Ilustrasi perusahaan B2B (Photo by Cadeau Maestro: https://www.pexels.com/photo/people-sitting-on-chairs-beside-their-desks-in-an-office-1170412/)

Covesia.com - Perkembangan zaman menuntut banyak aspek kehidupan manusia harus ikut berkembang pula. Salah satu aspek tersebut meliputi kegiatan transaksi jual beli yang menggerakkan roda perekonomian serta kehidupan manusia secara umum.

Perusahaan B2B, meskipun jarang diperhatikan oleh masyarakat awam karena lebih berfokus di tingkat antar pelaku bisnis, merupakan salah satu jenis bisnis yang perkembangannya dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Namun, sebelum membahas mengenai perusahaan B2B versi online, Anda harus lebih dulu memahami perusahaan B2B pada umumnya!

Pengertian B2B

B2B atau Business to Business merupakan model usaha yang melibatkan transaksi atau kegiatan bisnis antara sesama pelaku bisnis atau perusahaan satu ke perusahaan lain. Pelaku bisnis yang dimaksud sendiri biasanya sekelas produsen, distributor, retailer, hingga dropshipper.

Jelas bahwa peran perusahaan B2B adalah sebagai penyedia atau penyuplai kebutuhan operasional yang mendukung proses berjalannya usaha pelaku bisnis atau perusahaan lain. Perusahaan B2B sendiri tidak hanya menawarkan produk berupa barang, tetapi juga jasa.

Perbedaan B2B dan B2C

Seperti yang telah disebutkan di poin sebelumnya, target pasar perusahaan B2B jelas berbeda dengan perusahaan B2C atau Business to Customer yang menyediakan barang jadi untuk konsumen atau masyarakat biasa.

Hubungan yang terjalin dari perusahaan B2B dengan kliennya juga berada di level lebih tinggi daripada perusahaan B2C yang biasanya tidak menjalin hubungan secara langsung dengan konsumen pasca transaksi usai.

Perusahaan B2B biasanya akan menjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan dan jangka panjang dengan setiap pelanggannya. Hal ini wajar mengingat proses jual beli antara perusahaan B2B dengan kliennya membutuhkan proses lama sehingga klien mungkin harus mengulang pengalaman yang sama ketika ingin berganti supplier.

Perbedaan yang terakhir dari perusahaan B2B adalah jumlah produk yang jauh lebih banyak daripada perusahaan B2C. Belum lagi nilai brand yang didasarkan pada hal berbeda, yakni kepercayaan dan hubungan bisnis antar perusahaan pada bisnis B2B dan strategi promosi serta iklan pada perusahaan B2C.

Beginilah Cara Kerja Perusahaan B2B

Telah disinggung pada poin sebelumnya bahwa proses transaksi jual-beli antara perusahaan B2B dengan kliennya berlangsung lebih lama dengan perusahaan B2C yang langsung melayani konsumen atau masyarakat umum.

Kinerja B2B yang lama tersebut wajar mengingat jumlah produk maupun nominal uang yang ditransaksikan dalam proses jual beli itu lebih banyak dan ada kemungkinan proses transaksi dilakukan oleh perusahaan yang berbeda negara. 

Adanya proses persetujuan kontrak yang harus dilalui sebelum melakukan transaksi jual beli juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan lama dan kompleksnya proses tersebut. Transaksi perusahaan B2B dengan klien juga dipengaruhi dengan kecekatan bagian manajemen dalam menjalin hubungan.

Berbeda dengan perusahaan B2C yang melakukan iklan dan promosi secara luas, perusahaan B2B biasanya akan mencari calon klien terlebih dahulu sebelum mencoba menarik perhatian dengan melakukan strategi marketing dan meningkatkan awareness terhadap brand atau produk mereka.

Bagian manajemen juga tidak bisa bersantai sekalipun telah berhasil menggaet klien karena hubungan baik pun harus selalu dibina agar kerja sama yang sedang berlangsung maupun kerja sama di masa yang akan datang bisa berjalan dengan makin lancar.

Itulah beberapa hal mengenai perusahaan b2b termasuk cara kerjanya yang penting untuk Anda ketahui. Sama seperti perusahaan B2C, perusahaan B2B juga ada yang berjenis konvensional maupun online. Salah satu e-commerce B2B yang terkenal di Indonesia adalah Blibli.

B2B di Blibli lebih dikenal dengan nama Blibli for Business yang seperti halnya perusahaan B2B pada umumnya melakukan kegiatan penyediaan barang untuk kalangan institusional, korporasi, hingga pemerintahan.

Dalam bentuk online marketplace, Blibli for Business menyediakan barang dan jasa pada tingkat organisasi dengan jaminan keamanan mengingat Blibli telah mengantongi sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 karena sudah melengkapi sistem serta arsitektur IT.


Baca Juga