5 Pilihan Wisata Sejarah di Semarang

5 Pilihan Wisata Sejarah di Semarang Pagoda Avalokitesvara, Sumber : Traveloka
Covesia.com - Selain Yogyakarta, tujuan wisata favorit di Jawa bagian tengah adalah Semarang. Daerah ini terkenal dengan beragam pilihan wisata, salah satunya wisata sejarah. Sebagian besar wisata sejarah di daerah ini merupakan bangunan lama dari abad 17-19 pada masa kependudukan Belanda.
 
Bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya yang tertarik dengan wisata sejarah di Semarang, bisa datang ke sini dengan menggunakan kendaraan pribadi, bus, atau travel. Daytrans merupakan salah satu travel yang mempunyai trayek dari Yogyakarta ke Semarang. Anda bisa mendapatkan tiket Daytrans lewat aplikasi atau langsung datang ke pool terdekat. Apa saja wisata sejarah yang wajib dikunjungi saat liburan ke Semarang? Berikut rekomendasinya:

Lawang Sewu

Sebagian dari Anda mungkin sudah tidak asing dengan objek wisata Lawang Sewu. Wisata sejarah yang satu ini memang cukup populer di Semarang. Bangunan tua ini wajib Anda kunjungi saat plesiran ke Semarang.

Lawang Sewu dibangun sejak 27 Februari 1904 hingga Juli 1907. Awalnya bangunan bersejarah ini diberi nama Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij. Namun, orang lebih mengenal bangunan tersebut dengan nama Lawang Sewu yang bermakna banyak pintu. Nama tersebut disematkan lantaran bangunan ini mempunyai banyak pintu.

Lawang Sewu mempunyai 928 pintu dengan 425 frame dan 114 ruang kerja. Bangunan milik PT Kereta Api Indonesia ini menyimpan berbagai koleksi perkeretaapian Indonesia dari masa ke masa. Beberapa diantaranya, Alkmaar, mesin Edmonson, replika lokomotif uap, mesin hitung, surat berharga, mesin tik, dan lain sebagainya.

Anda bisa mengunjungi destinasi setiap hari dari pukul 7 pagi hingga pukul 9 malam. Setiap pengunjung yang masuk akan dikenai biaya masuk.

Kota Lama Semarang

Destinasi sejarah berikut ini wajib dikunjungi ketika liburan ke Semarang. Kawasan Kota Lama Semarang sangat kental dengan nuansa sejarah. Di sini banyak terdapat bangunan-bangunan bersejarah khas Eropa zaman dulu. Di sini pengunjung bisa menghabiskan waktu untuk bersantai sambil berfoto dengan latar belakang bangunan tersebut.

Pada zaman dahulu, Kota Lama Semarang merupakan kawasan pusat perdagangan pada abad 19-20. Tidak hanya itu, dulunya kawasan ini menjadi tempat menetap para penjajah di Semarang. Hingga kini setidaknya ada sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri kokoh. Setiap bangunan mempunyai kisah sejarah masing-masing.

Kota Lama Semarang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara. Anda bisa datang ke tempat ini kapan pun tanpa dipungut biaya apa-apa. Namun, apabila ingin berkeliling kota dengan menggunakan sepeda atau ingin menikmati fasilitas lain, maka pengunjung harus mengeluarkan biaya sesuai dengan fasilitas yang digunakan.

Gereja Blenduk

Gereja Blenduk didirikan oleh pendeta pertama Johannes Wilhelmus Swemmelaar pada 1742 M. Awalnya gereja ini berbentuk rumah panggung dengan arsitektur Jawa. Pada medio 1894-1895, gereja ini kembali dibangun oleh H.P.A De wilde dan W. Westmaas. Pada masa itu gereja dibangun dengan tampilan seperti sekarang. 

Gereja Blenduk terletak di Jalan Letjen Supratman No 32, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Pengunjung yang datang ke tempat ini bisa menghabiskan waktu liburan dengan melihat kemegahan bangunan gereja sambil berfoto dengan latar belakang gereja.

Masjid Kauman Semarang

Selain Gereja Blenduk, tempat ibadah bersejarah lain yang ada di Semarang adalah Masjid Kauman Semarang. Masjid ini didirikan pada awal abad ke-16 oleh Kyai Ageng Pandanaran. Dari awal pembangunan, masjid ini sudah mengalami tiga kali pindah lokasi. Lokasi pertama berada di Kelurahan Mugas, kemudian pindah ke daerah Bubahan, dan terakhir di daerah Kauman.
 
Pemindahan masjid ini dilakukan dengan beberapa pertimbangan, seperti lokasi yang kurang strategis dan adanya konflik yang membuat masjid menjadi terbakar. Saat ini Masjid Kauman Semarang berdiri kokoh di Jalan Aloon-aloon Bar No 11, Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Pagoda Avalokitesvara

Pagoda Avalokitesvara merupakan tempat ibadah umat Buddha yang berada tepat di depan Markas Kodam IV Diponegoro, Watugong. Pagoda ini mempunyai tinggi sekitar 45 meter dan menjadi pagoda tertinggi di Indonesia.
 
Bangunan yang didirikan pada 1955 ini terdiri dari tujuh tingkatan dengan desain semakin ke atas bentuk bangunan semakin sempit. Di setiap tingkat terdapat empat patung Dewi Kwan Im yang menghadap ke empat penjuru mata angin. Selain itu, di dalam pagoda juga terdapat patung Bodhisattva Avalokitesvara.

Pagoda ini dikenal juga dengan sebutan Pagoda Dewi Kwan Im karena di dalamnya banyak terdapat patung Dewi Kwan Im. Selain itu, ada juga yang bilang kalau pagoda ini bernama Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih. Penamaan ini ditujukan untuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Po Sat yang merupakan Dewi Cinta Kasih.

Pengunjung yang datang ke tempat ini akan disambut langsung oleh patung Sidharta Gautama yang duduk di bawah pohon Bodhi. Selain menikmati keindahan bangunan, di sini pengunjung juga bisa menghabiskan waktu dengan berfoto di depan pagoda. Pada malam hari, bangunan ini terlihat sangat indah dengan cahaya lampu yang berkilau.

Ternyata berwisata ke Semarang tak melulu soal mengincar kulinernya ya. Anda bisa mencoba sensasi berlibur yang beda, salah satunya dengan wisata sejarah. Untuk urusan tiket dan akomodasi selama berlibur, serahkan saja ke Traveloka!

Baca Juga