Dalam Program American Musik Abroad, Wadubes AS Resmikan UNAND E-Sports

Dalam Program American Musik Abroad Wadubes AS Resmikan UNAND ESports Foto: dok. Humas UNAND

Covesia.com - Wakil Duta Besar (Wadubes) Amerika Serikat (AS) Michael F. Kleine resmikan UNAND E-Sports dalam program American Musik Abroad di Perpustakaan Universitas Andalas (UNAND) kampus Limau Manis, Padang, Selasa (7/2/2023). 

Dalam sambutannya, Sekretaris Unand, Henmaidi mengatakan mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari Kedubes AS beserta Staf dari Pemerintah AS ini. 

Seperti diketahui kata Henmaidi, UNAND merupakan salah satu Universitas tertua di luar Jawa. Unand didirikan pada tahun 1956 dengan tujuan memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. 

"Saat ini, kami memiliki 32.000 siswa, dilayani oleh 1.500 staf pengajar dan 1.000 staf pendukung. UNAND memiliki 15 Fakultas dengan 156 program studi. Cita-cita awal berdirinya UNAND adalah untuk Kejayaan Bangsa," katanya. 

Pihaknya memahami, kerjasama dengan pemerintah AS yaitu American Corner ini sebagai jembatan bagi staf kampus dan mahasiswa untuk memiliki jaringan Internasional. 

"Kami ingin mahasiswa memiliki akses untuk membangun jaringan kolaboratif dengan sesama mahasiswa dari negara lain. Ini akan bermanfaat bagi mereka di masa depan, dalam mencapai kejayaan nasional dan kemakmuran dunia," kata dia. 

E-Sports sendiri merupakan aktivitas yang memiliki banyak dampak positif apabila dilakukan dengan bijaksana. Michael Kleine menyebut, melalui e-sports penggunanya dapat belajar banyak hal seperti mengatur strategi dan bekerja sama, sehingga ini adalah media yang sangat baik untuk belajar. 

“People learn from different ways, and sometimes it’s from e-sports. Kalau dahulu, orang-orang banyak belajar melalui board game, maka di masa yang sudah berkembang ini belajarnya bisa melalui e-sports,” ujarnya.

Sementara itu kedatangan Wadubes juga membawa Grup Beatbox asal Amerika yakni The Beatbox House dan mengadakan seminar American Music Abroad yang diikuti puluhan siswa perwakilan SMP dan SMK di Kota Padang.

Tampil di hadapan sejumlah mahasiswa UNAND dan sejumlah pelajar tersebut, membuat decak kagum dan pukau sejumlah peserta seminar dengan mendengar alunan musik Beatbox (bunyi musik yang diciptakan dari permainan mulut saja). 

Michael F. Kleine menyebut bahwa dirinya baru pertama kali ke Padang dan mengaku terkesan dengan keramahan orang Padang.

"Ini merupakan ivent pertama setelah masa Pandemi berakhir, dan sangat berbeda sekali rasanya ketika itu dilakukan secara virtual atau zoom dan hal lainnya," ungkapnya. 

Dijelaskannya, kehadirannya bersama The Beatbox House adalah untuk lebih mengenalkan lagi musik beatbox. Apalagi saat ini beatbox mulai gandrung di tengah kalangan anak muda. 

"Kita ketahui Indonesia merupakan negara memiliki komunitas terbesar di dunia yang menyukai Beatbox," kata dia. 

"Kita juga berharap setelah ini terjalin kerja sama, tidak saja dalam bidang musik, budaya, dan juga saling berbagi dalam hal lainnya," imbuhnya.

(don) 


Baca Juga