7.816 Balita Bangkalan Diserang Diare

Bangkalan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Jawa Timur, minta masyarakat mewaspadai berbagai jenis penyakit yang biasa terjadi pada saat peralihan musim antara kemarau dan hujan (pancaroba).

Dinkes Bangkalan mendata, sebanyak 7.816 balita di wilayah itu terserang penyakit diare. Jumlah tersebut merupakan hasil monitoring yang rutin dilakukan dinkes sebagai upaya menekan angka balita yang terserang diare. Setiap bulan jumlah balita yang terkena diare tak kurang dari 800 balita.

Dari data ini, terdapat lima puskesmas yang jumlah penderita diarenya selalu tinggi setiap bulannya. Masing-masing, Puskesmas Konang sebanyak 723 balita, lalu Puskesmas Kokap sebanyak 714 balita, Puskesmas Tanah Merah sebanyak 704 balita, Puskesmas Galis sebanyak 703 balita dan Puskesmas Jaddih terdata sebanyak 553 balita.

Sedangkan DBD terdata sebanyak 262 orang.

Kepala Dinkes Bangkalan dr Nur Aida Rachmawati di Bangkalan, Kamis mengatakan, pada musim pancaroba biasa rawan terjadinya sejumlah penyakit, seperti diare dan demam berdarah dengue (DBD).

“Untuk itu, kami meminta agar masyarakat waspada. Caranya tentu dengan menerapkan pola hidup sehat, makan yang teratur, serta menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk penyakit diare, bisa menyerang tubuh yang kekurangan cairan dan tidak menerapkan pola hidup sehat.

Di Bangkalan, kata dia, penyakit diare ini terdata mulai meningkat, berdasarkan hasil laporan dari masing-masing puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan di wilayah itu.

Hanya saja, peningkatan jenis penyakit ini masih dalam kategori wajar. Diare bisa dicegah dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama mencuci tangan, sebab masyarakat masih banyak belum tahu cara mencuci tangan yang bersih.

Selain diare, sambung, Aida, yang perlu diwaspadai penyakit DBD. Sebab ada sejumlah wilayah di Kabupaten Bangkalan yang mulai turun hujan, sehingga tempat yang menjadi genangan air, rawan menjadi sarang jentik-jentik nyamuk.

“Dengan demikian, untuk menghindari kedua jenis penyakit ini, perlu kesadaran masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan,” terang Nur Aida. (ant/gyi)

0 Comments

Leave a Comment

four × 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password