Perempuan dan “Hantu” Menopause

Padang – Bila kita mendengar kata menopause, tentu akan mengingatkan sebahagian kita tentang suatu masa yang mesti dilalui oleh seorang perempuan normal.Ada juga yang beranggapan sebagai fase tidak produktifnya lagi perempuan secara jasmani.

Sedangkan usia memasuki masa menopause pada setiap perempuan itu juga berbeda-beda. Ada yang di atas 40 tahun dan ada yang di bawahnya. Biasanya berkisar antara usia 35 sampai 55 tahun.

Sejenak kita kupas beberapa hal yang mempengaruhi cepat atau lambatnya seseorang memasuki masa menopause, di antaranya adalah:

1. Nutrisi

Seorang perempuan yang kesehatan dan mendapat asupan gizi yang baik,akan dominan mendapatkan menstruasi lebih dini dan cendrung

memasuki fase menopouse lebih lambat.Sering dikatakan bahwa perempuan yang ibu atau kakak perempuannya lebih dini mengalami menopause, cenderung mengalami hal yang sama, begitu pula sebaliknya, walaupun ini belum didukung oleh suatu riset dan penelitian ilmiah.

2. Keturunan

Sering dikatakan bahwa perempuan yang ibu atau kakak perempuannya lebih dini mengalami menopause, cenderung mengalami hal yang sama, begitu pula sebaliknya, walaupun ini belum didukung oleh suatu riset dan penelitian.

3. lambatnya awal menstruasi

Perempuan yang terlambat mendapat menstruasi, misalnya pada usia 16 atau 17 tahun, akan mengalami menopause lebih awal. Sedangkan perempuan yang cepat mendapat menstruasi, misalnya pada usia 10 atau 13 tahun, cenderung lebih lambat memasuki masa menopause, biasanya kira-kira pada usia 50 tahun.

4. Bobot tubuh

Perempuan yang bobot tubuhnya lebih berat biasanya memasuki masa menopause lebih lambat daripada perempuan yang bobotnya lebih ringan. Ini terjadi karena perempuan yang bobotnya lebih berat lebih banyak memiliki sel-sel lemak daripada perempuan yang bobotnya lebih ringan. Karena sel-sel ini memproduksi estrogen, semakin banyak sel-sel lemak yang dimiliki, semakin lambat ia memasuki masa menopause.

5. Merokok atau tidak merokok

Perempuan yang merokok rata-rata lebih cepat mengalami menopause daripada perempuan yang tidak merokok.Penelitian membuktikan bahwa perempuan yang merokok memiliki kadar estrogen yang lebih rendah daripada kadar estrogen perempuan yang tidak merokok walaupun penyebabnya belum diketahui.

6. Pernikahan

Perempuan yang telah menikah umumnya mendapat menopause satu tahun lebih lambat daripada mereka yang tidak menikah

7. Penyakit

Wanita yang mengalami gangguan medis yang menyebabkan meningkatnya kadar estrogen, seperti penderita diabetes atau fibroid akan lambat memasuki masa menopause.

Sementara itu gejala awal menopause dini yang mesti diketahui antara lain :

A. Perubahan mood.

Perubahan mood yang terjadi sangat cepat, melankolis, dan terasa hampa, biasanya terjadi pada masa awal datangnya menopause.Sebahagian disertai dengan depresi dan putus asa yang tidak berdasar.

B.Keringnya vagina.

Pada usia produktif, vagina yang normal akan sangat mudah mengeluarkan cairan lubrikasi. Namun bila kenyataannya vagina Anda kering dan sulit mengeluarkan cairan tersebut, maka bisa jadi anda sedang menuju ke awal gejala menopause.

C.Sulit tidur.

Perempuan yang mengalami menopause dini juga kerap mengalami kesulitan tidur, perubahan pola tidur, dan berpengaruh terhadap produktivitas mereka.

D.Panas.

Jika Anda kerap merasa kepanasan yang tidak sewajarnya, atau telinga Anda terasa terbakar, maka sebaiknya Anda segera berkonsultasi pada dokter Anda,siapa tahu itu gejala menopause.

E. Menstruasi tak teratur.

Biasanya siklus menstruasi mulai tak teratur, jarang, dan lama kelamaan menjadi berhenti dengan sendirinya.

F. Gairah menurun.

Gairah seks yang menurun juga merupakan tanda-tanda awal menopause menurut para ahli.

Semoga dengan beberapa kupasan ringan ini, membuat kita lebih faham tentang apa saja faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya masa menopouse serta gejala dini menopause bagi seorang perempuan.(jmb)

0 Comments

Leave a Comment

eighteen − 9 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password