Jatim Butuh Museum Seni

Surabaya – Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) menggagas berdirinya Museum Seni untuk memenuhi kebutuhan publik akan informasi dan perkembangan kesenian di Jawa Timur.

“Untuk mematangkan gagasan itu, kami mencari masukan melalui seminar bertajuk ‘Museum Seni sebagai Citra Peradaban Indonesia’ di Kompleks Balai Pemuda Surabaya pada Minggu (16/11) pagi,” kata Ketua Pelaksana, Ony Setiawan, di Surabaya, Jumat (14/11/2014).

Disela persiapan seminar itu, ia menjelaskan seminar yang hasilnya akan direkomendasikan kepada Pemprov Jatim itu akan mengundang Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Prof Dr Kacung Marijan.

Pembicara lain adalah Aminuddin Siregar (Pengelola Galeri Selasar Sumarja Bandung dan dosen Seni Rupa ITB Bandung), Reno Helsamer (pendiri Museum topeng Kota Batu), dan Agus Koecink Sukamto (pengamat Museum Seni dan dosen STKW Surabaya).

“Kacung Marijan akan mengurai masalah konsep dan prosedur pendirian dan pengelolaan museum di Indonesia serta wawasan nasional museum di Indonesia, lalu Aminuddin Siregar akan menyampaikan masalah pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan museum,” katanya.

Sesi berikutnya, persoalan museum dari pengalaman khusus akan disampaikan Reno Halsamer terkait soal promosi, kurasi dan manajemen operasional museum seni, kemudian pengalaman mengunjungi berbagai museum seni di Eropa akan dituturkan Agus Koecink Sukamto.

“Kami berharap dari para pembicara untuk bisa menjelaskan kepada publik akan pernik-pernik museum, sehingga kami akan dapat memberikan masukan secara nyata akan kebijakan Pemerintah Provinsi terkait pentingnya pendirian museum seni di Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) Achmad Fauzi mengingatkan museum seni yang lebih dikenal dengan nama galeri seni itu penting untuk Jawa Timur.

“Karena, hal itu merupakan sebuah ruangan untuk pameran benda seni, mulai dari seni visual yaitu diantaranya lukisan, gambar, dan patung. Dengan keberadaan Museum Seni akan mampu menggambarkan keberadaan budaya dan produk kesenian yang ada di Jawa Timur,” katanya.

Selain sebagai media studi, dokumentasi kebudayaan, maupun pemikiran imajinatif pada masa depan, keberadaan museum seni di Jawa Timur diperlukan agar keberadaan ragam budaya di provinsi ini dapat lebih dilestarikan kemanfaatannya.

“Hal itu sesuai PP Nomor 19 Tahun 1995 tentang Pemeliharaan dan Pemanfaatan Benda Cagar Budaya di Museum. Museum adalah lembaga tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan bukti-bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa,” katanya, didampingi Humas DKJT,” Riadi Ngasiran. (ant/gyi)

0 Comments

Leave a Comment

17 − fourteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password