Senegal Masih Menutup Perbatasan dengan Negara Dilanda Ebola

Dakar – Senegal masih menutup perbatasan darat dengan negara-negara tetangga yang terkana virus Ebola. Sementara, negara itu sudah mencabut larangan lalu
lintas melalui udara dan laut dengan negara dilanda Ebola -Guinea,
Liberia dan Sierra Leone- serta mengembalikan tindakan yang diberlakukan
sejak Agustus untuk menghentikan penyebaran penyakit itu, kata kantor
berita Senegal APS, Jumat (14/11/2014).

Perbatasan darat Senegal dengan
Guinea, negara pertama tercatat diserang Ebola di wilayah tersebut pada
tahun ini, tetap ditutup, kata APS. Mali, tetangga Senegal
ke timur, sedang berjuang melawan gelombang baru kasus itu .. Namun,
perbatasan keduanya tetap terbuka.

Senegal sendiri mencatat
satu kasus Ebola, seorang mahasiswa yang menyeberangi perbatasan dari
Guinea, tetapi wabah yang lebih luas bisa dicegah dan negara itu
dinyatakan bebas Ebola bulan lalu setelah menyelesaikan periode 42-hari
masa inkubasi dengan tidak ada kasus baru.

Para ahli telah
memperingatkan terhadap penutupan perbatasan dan perjalanan lintas
pembatasan sebagai sarana penularan virus. Ebola telah menewaskan
sedikitnya 5.177 orang di delapan negara – terutama di Liberia, Sierra
Leone dan Guinea – sejak Maret, menurut Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO).

Para pemimpin benua ini telah berjanji untuk tidak
memutuskan hubungan dengan daerah-daerah yang paling terpukul oleh
Ebola. Namun, karena takut membawa kehancuran kepada negara-negara yang
paling parah, sejumlah dari mereka telah mempertahankan berbagai
tindakan pembatasan yang telah menahan perdagangan dan perjalanan dengan
negara-negara dilanda wabah Ebola itu.(ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

12 − 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password