Si Unyil dan Pak Raden Kunjungi Pabrik Sepeda Brompton

London – Si Unyil bersama Pak Raden mengadakan kunjungan ke pabrik sepeda lipat yang terkenal di Inggris, Brompton, dan melihat langsung cara pembuatan sepeda yang juga dikenal di Indonesia tersebut.

Si Unyil dan Pak Raden diterima oleh Managing Director Brompton Will Butler-Adams, ujar Associate Producer Progran Laptop Si Unyil Trans7, Lia Amalia kepada Antara London, Minggu (16/11/2014) yang dirilis covesia.com.

Lia bersama kameramen Yuri Hendrawan sejak Oktober lalu mengadakan kunjungan ke Inggris untuk menyaksikan proses manufacturing berbagai produk otomotif di Kerajaan Inggris. Salah satunya ke pabrik pembuatan sepeda Brompton yang dikenal di Indonesia dengan mencantumkan label Made in Britain itu.

Lia mengatakan, Unyil juga berkunjung ke Thames Barrier, bendungan air yang berada di Sungai Thames untuk menyaksikan teknologi yang diterapkan Inggris dalam mencegah terjadinya banjir di Kota London. Selain Brompton, ada beberapa perusahaan Inggris lainnya yang dikunjungi Unyil dan Pak Raden, seperti Westfield Sport Car, Norton Motorcycle dan pabrik kunci di Leed yang dikenal di Inggris.

Kunjungan program “Laptop Si Unyil” ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan di Inggris yang dikenal dengan Remember Sunday dengan hamparan bunga poppy di Tower of London serta festival Lord Mayor Parade yang digelar dalam rangkaian Hari Pahlawan.

Tak hanya di London, beberapa kota yang tersohor pun tak luput dari kunjungan tim Si Unyil seperti Manchester, Nothingham dan Leeds termasuk objek wisata kota London, antara lain, Buckingham Palace, London Eye dan juga jam gadang Big Ben.

Dikatakannya tujuan utama Si Unyil dan Pak Raden ke berbagai negara yang merupakan bagian dari program “Laptop Si Unyil” keliling dunia mempunyai visi sebagai program edukasi anak anak, selain juga ditujukan sebagai tontonan keluarga yang penayangannya menekankan pada ilmu pengetahuan. Bercerita pengalaman selama melakukan “shooting” untuk acara Si Unyil dan Pak Raden di Inggris, Lia mengakui mengalami kendala cuaca yang tidak menentu dan sering kali hujan selama liputan di lapangan.

“Kami juga meliput profil orang Indonesia yang berprestasi di Inggris seperti profil Dr Dani Harmanto dan Michelle Wibowo yang sukses di negeri Ratu Elizabeth,” ujarnya. Program “Laptop Si Unyil” telah berlangsung selama tujuh tahun dan program keliling dunia telah menginjak tahun kedua.

Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah perusahaan besar ternama sudah pernah dikunjungi. Seperti pabrik Airbus di Prancis, pabrik motor Ducati dan Piagio di Italia, pabrik pembuat pisau Victorinox di Swiss dan juga bermain salju di puncak tertinggi Eropa, yang bernama Jungfrau Joch. Rencananya, di akhir tahun program edukasi ini juga akan mengunjungi Turki dan Spanyol, demikian Lia Amalia. (ant/gyi)

0 Comments

Leave a Comment

8 + four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password