AKI di Semarang Meningkat

Semarang – Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Semarang cenderung meningkat dibandingkan tahun lalu.

“Hingga periode November 2014 ini, AKI di Kota Semarang sudah mencapai 29 kasus,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Semarang Yuli Normawati di Semarang, Senin (17/11/2014).

Tingkat AKI sebanyak 29 kasus itu, kata dia, termasuk relatif tinggi karena jumlahnya sama dengan AKI yang tercatat sepanjang tahun lalu yang mencapai 29 kasus hingga akhir 2013.

Padahal, kata dia, hingga akhir 2014 diperkirakan masih bisa terjadi kasus kematian ibu melahirkan sehingga akan semakin menambah AKI di Kota Semarang yang tercatat pada periode tahun ini.

“Ya, kemungkinan untuk meningkat lagi (AKI – red.) hingga akhir tahun ini bisa saja terjadi. Kalau dari sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia saat ini sudah cukup baik,” katanya.

Dari hasil penelitian kasus AKI pada 2013, ia menyebutkan penyebab AKI didominasi pre-eklamsi dan eklamsi atau biasa disebut keracunan kehamilan, kemudian kasus perdarahan dan infeksi.

Untuk menekan AKI di Kota Semarang, kata dia, pihaknya selama ini bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi melakukan kajian-kajian atas kasus AKI yang terjadi.

“Dalam kerja sama ini, kami melakukan autopsi verbal setiap ada kasus kematian maternal. Penyebab kematiannya dikaji dan dianalisis agar bisa disiapkan upaya pencegahannya,” ungkapnya.

Upaya pencegahan, kata dia, dilakukan pula dengan memberikan penyuluhan pada pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) bekerja sama dengan organisasi profesi, yakni Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

“Para bidan praktik diberikan rambu-rambu mengenai penanganan kondisi pasien apa saja yang boleh ditangani maupun yang tidak boleh dilayani karena harus dirujuk di rumah sakit,” katanya.

Tahun depan, Yuli mengatakan Dinkes Kota Semarang akan merekrut tenaga pendamping ibu hamil yang bertugas mengawasi dan memantau sejak memasuki masa kehamilan hingga proses melahirkan.

“Mekanismenya, satu pendamping akan mendampingi tiga orang ibu hamil. Sebagai sudah kami rencanakan untuk 2015, diharapkan dari 177 kelurahan nantinya ada tenaga pendamping,” pungkasnya. (ant/gyi)

0 Comments

Leave a Comment

eleven + 1 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password