Kasus DBD Mulai Meningkat di Jember

Jember – Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengimbau warga untuk mewaspadai penyakit demam berdarah, terutama selama musim hujan.

“Musim hujan sudah datang dan saatnya warga mewaspadai penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti itu,” kata Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Yumarlis di Jember, Selasa.

Menurut dia, jumlah penderita DBD di beberapa kecamatan masih belum ada peningkatan yang signifikan selama awal November ini, namun kemungkinan jumlah penderita DBD diprediksi meningkat pada bulan Desember 2014 – Januari 2015.

“Sebagian besar kasus DBD berada di kawasan kota yang padat pemukiman, namun tidak menutup kemungkinan kawasan pinggiran dapat menjadi daerah endemis DBD karena masyarakat kurang peduli terhadap lingkungannya,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin, satu kali dalam sepekan.

“Sarang nyamuk Aedes Aegypti bisa berkembang di tempat-tempat yang tergenang air, sehingga warga harus melakukan gerakan 3M yakni menutup, mengubur dan menimbun di sekitar rumah mereka,” paparnya.

Yumarlis meminta masyarakat juga mewaspadai gejala DBD seperti demam tinggi selama tujuh hari, nyeri kepala, nyeri otot, nyeri persendian dan bintik-bintik merah pada kulit.

“Apabila ada gejala seperti itu, harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat, supaya dapat diobati lebih dini dan terhindar dari risiko kematian,” ujarnya.

Selama tahun 2013 tercatat jumlah kasus DB di Jember sebanyak 1.053 kasus dan lima penderita di antaranya meninggal dunia, dengan penyebaran penderita di sejumlah kecamatan yakni Kecamatan Wuluhan, Ambulu, dan beberapa kecamatan di kawasan kota seperti Sumbersari, Kaliwates, dan Patrang. (ant/gyi)

0 Comments

Leave a Comment

four × 3 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password