Dua Siswa Teliti Tenun Ikat Endek Bali

Gianyar – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ayu Pastika memfasilitasi dua peneliti belia dari SMAN Bali Mandara untuk “berguru” mengenai tenun ikat pada salah satu perajin di Kabupaten Gianyar, Selasa (18/11/2014).

Dua peneliti itu adalah I Kadek Sudarsana dan I Dewa Gede Ary P dari SMAN Bali Mandara yang difasilitasi mempelajari secara lebih mendalam tentang tenun ikat pada salah satu perajin asal Blahbatuh Gianyar Ida Bagus Adnyana.

Sebelumnya kedua siswa ini berhasil meraih juara I dan mendapatkan medali emas, pada Olimpiade Penelitian Siswa (OPSI) di Yogyakarta dan Lomba Peneliti Belia (LBB) di Surabaya pada tingkat nasional dengan mengambil tema pengembangan motif tenun gringsing.

Menurut Ayu Pastika, hasil penelitian kedua siswa ini dapat dijadikan terobosan baru bagi pengembangan kerajinan kain tradisional.

“Kedua siswa tersebut berhasil mengembangkan motif tenun yang menggunakan rumus matematika sehingga dapat memberi keragaman dan variasi dari motif yang sudah ada. Dengan demikian dapat menjadi inspirasi baru bagi para perajin tenun di Bali agar motif yang dihasilkan tidak monoton,” kata istri dari Gubernur Bali itu.

Dengan upaya fasilitasi yang diberikan kepada kedua siswa dapat melihat langsung dan bertukar ilmu dengan perajin tenun ikat yang merupakan produk tekstil khas lokal kebanggaan Bali.

Dia berpandangan, prestasi dua siswa tersebut merupakan inspirasi bagi masyarakat Bali khususnya para perajin dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

“Para perajin sudah seharusnya melibatkan pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan kain tradisional Bali namun tidak lepas dari pakem yang ada,” katanya.

Ayu Pastika berharap agar anak-anak ini dapat mengembangkan lebih jauh lagi motif tenun ikat, karena motif-motif endek yang dimiliki Bali begitu kaya sehingga membuka kesempatan untuk berinovasi dan berkreasi.

“Dekranasda Provinsi Bali akan selalu mendukung dan memfasilitasi apa yang anak-anak kita butuhkan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, dua siswa itu menyampaikan rasa terima kasihnya atas fasilitas dan dukungan yang diberikan Ayu Pastika. Mereka berharap dapat terus mengembangkan hasil penelitian ini untuk menjadi inspirasi bagi para generasi muda.

Mereka pun akan semakin memperkenalkan tenun ikat endek sebagai kekayaan masyarakat Bali dengan motif-motif yang semakin bervariasi.

Pada kesempatan tersebut, Ayu Pastika juga menyerahkan bantuan laptop kepada Kadek Sudarsana dan Gede Ary untuk mendukung penelitian yang mereka kerjakan. (ant/gyi)

0 Comments

Leave a Comment

eight − 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password