Tarif Sewa Kamar Hotel di Yogyakarta Masih Normal

Yogyakarta – Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang langsung berpengaruh pada membengkaknya operasioal hotel. Namun demikian, pengusaha perhotelan di Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY) belum berani menaikkan tarif sewa kamar.

“Walaupun mpaknya menjadikan seluruh
komponen operasional naik, untuk menaikkan tarif kami belum berani,”
kata Sekretaris DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY
Deddy Pranawa Eryana di Yogyakarta, Sabtu (22/11/2014).

Ia menjelaskan
tarif sewa kamar belum berani dinaikkan mengingat persaingan antarhotel
di Yogyakarta masih ketat. Apalagi, jumlah hotel di DIY terus mengalami
pertumbuhan.

“Bahkan harga sewa kamar pada 2015 diperkirakan juga masih sama dengan tahun ini,” kata dia.

Tarif batas bawah sewa kamar hotel yang menjadi
acuan pengusaha perhotelan di DIY belum mengalami perubahan. Batas bawah
tarif sewa kamar hotel bintang satu dan dua masih Rp200 ribu, hotel
bintang tiga Rp300 ribu, binatng empat Rp400 ribu, dan bintang lima
Rp500 ribu.

Hal tersebut, menurut dia, juga ditambah dengan
pelarangan pemerintah terhadap pegawai negeri sipil (PNS) dalam
menyelenggarakan acara pertemuan, Meetings, Incentives, Conferences, and
Exhibitions (MICE). Ia berharap pemerintah meninjau ulang kebijakan pelarangan PNS
berkegiatan di hotel sebab hingga kini kontribusi kegiatan kementerian
atau PNS mencapai 35 persen dari okupansi. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

four × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password