Brokoli, si Anti Oksidan Untuk Tubuh

Padang – Brokoli, tanaman dengan nama latin brassica oleracea, bunga dari kubis-kubisan. Brokoli biasanya enak untuk sayur. Namun

tidak semua orang menyukai makan brokoli.

Brokoli tidak saja sebatas untuk sayur, tapi juga mengandung berbagai macam manfaat untuk kesehatan tubuh. Hasil penelitian,

brokoli mempunyai manfaat untuk mencegah terjadinya penyakit kanker. Seperti kanker prostat, kanker paru-paru, kanker perut.

Serat brokoli bermanfaat untuk mencegah konstipasi atau sembelit. Zat yang terkandung didalam brokoli berfungsi sebagai anti

oksidan.

Sulforaphan, zat antioksidan pada brokoli dapat membantu tubuh menghilangkan atau menetralkan karsinogenik, zat penyebab kanker.

Diketahui juga bahwa zat bekarotin di dalam brokoli mampu mencegah kanker usus besar dan payudara.

Di dalam brokoli juga terdapat zat sulforaphane yang efektif untuk mencegah kerusakan pada jantung. Brokoli merangsang tubuh

untuk memproduksi protein yang disebut thioredoxin, yang berfungsi melindungi jantung dari sel-sel perusak.

Peneliti dari Royal Pharmaceutical Society membuktikan bahwa brokoli mengandung senyawa yang mirip dengan obat-obatan penyakit

Alzheimer. Alzheimer adalah bentuk dementia (berkurangnya ingatan) yang paling umum dijumpai di kalangan orang tua yang

disebabkan oleh enzim acetylcholinesterase.

Brokoli dianggap memiliki sifat anti-acetylcholinesterase paling kuat.Kandungan chromium di dalam brokoli dapat mengatur tingkat

gula darah sehingga brokoli sangat disarankan untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Bagaimana cara mengolah brokoli ?

Brokoli boleh dimakan mentah, ditumis, dicampur sebagai salah satu bahan sop atau dikukus sebagai lalapan. Jangan terlalu memasak brokoli pada suhu yang panas karena zat-zat yang terkandung dalam brokoli bisa rusak ataupun hilang.

Selain bisa dimakan mentah, brokoli bisa diolah menjadi beragam hidangan lezat. Seperti sayuran lain, brokoli kaya akan provitamin A/karotenoid, asam folat dan vitamin c. Memasak brokoli cukup sebentar supaya vitaminnya tidak rusak dan warnanya tetap menarik.

Agar brokoli tetap hijau segar, rebus dengan air mendidih yang sudah ditambahkan dengan 1/2 sdt garam dapur.

Disamping mengandung vitamin, brokoli juga mengandung beragam mineral penting seperti kalsium, potasium, kalium, besi dan selenium. Zat lain yang terkandung di dalam brokoli adalah sulfur dalam bentuk glukosinolat, senyawa antidot, monoterpene dan genestein.

Flvonoid dan serat terkandung juga memperkaya kandungan nutrisi dari brokoli. Kandungan vitamin c pada brokoli jumlahnya lebih banyak daripada jeruk? Kandungan kalsium brokoli juga lebih besar dibandingkan segelas susu, dan brokoli juga diketahui mengandung lebih banyak serat daripada sepotong roti gandum. (gyi)

0 Comments

Leave a Comment

4 + fourteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password