Ikan Bilih, Pilihan Wisatawan Jika Berkunjung ke Danau Singkarak

Padang – Danau Singkarak terletak di dua kabupaten di Sumatra Barat yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar.

Singkarak menyimpan sejuta potensi wisata.Tidak hanya memanjakan wisatawan dengan keindahan alam nan mempesona, danau ini juga surga beraneka ragam kuliner khas danau singkarak, salah satunya olahan ikan bilih.

Jika berkunjung ke singkarak kurang lengkap rasanya bila tak mencicipi gurihnya ikan bilih. Mystacoleuseus padangensis, begitulah nama latin dari ikan berukuran 6-11cm ini yang hanya bisa ditemui di danau Singkarak.

Bilih biasa diolah siap santap dan bilih kering. Untuk pembutan bilih goreng. Bilih hanya perlu dicuci bersih dan di dibumbui dengan garam secukupnya.

Sedangkan bilih kering, proses pembuatannya sedikit membutuhkan waktu yang panjang, setelah bilih dibelah, dicuci bersih dan digarami kemudian dijemur selama 2 hari. Bilih kering ini bisa tahan 2-3 bulan, nantinya olahan ini harus di goreng kembali.

Harga olahan ikan bilih berkisar Rp.80.000-Rp.200.000 perkilogram

Olahan ikan endemik kebanggaan orang minang ini sangat banyak ditemui di kawasan Pasar Ombilin, Kabupaten Tanah Datar.

Di pasar itu, pengunjung akan melihat deretan panjang warung-warung di tepi danau yang menyediakan berbagai olahan bilih.

Menurut pedagang banyak wisatawan dari luar daerah yang datang hanya untuk membeli ikan bilih sebagai buah tangan khas danau Singkarak.

“Yang banyak datang itu wisatawan dari luar Sumbar, Biasanya mereka rombongan pakai mobil pariwisata. Ada dari Jawa, Medan, Pekan Baru, beragamlah” terang Refinaldi pedagang ikan bilih pasar Ombilin kepada covesia, Minggu (23/11/2014) (utr/lif)

0 Comments

Leave a Comment

18 − 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password