Di Solo, DBD Renggut 4 Korban Jiwa

Solo – Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Solo hingga bulan November 2014 tercatat sebanyak 246 orang. Empat orang diantaranya meninggal dunia (MD) akibat terserang penyakit tersebut.

Kasus DBD di Kota Solo terakhir kembali merenggut satu korban jiwa. Kali ini, warga Pucangsawit yang masih anak-anak menjadi korban keganasan nyamuk aedes aegipty, kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pemkot Surakarta, Drg Efi S Pertiwi kepada wartawan di Solo, Senin (24/11/2014).

Ia mengatakan DBD telah menelan empat korban jiwa, di mana satu kasus terakhir terjadi belum lama ini dengan korban masih anak-anak. Kasusnya kematian DBD dilaporkan di Pucangsawit. Kondisinya karena terlambat penanganan, jadi korban disangka hanya panas biasa. Selain Pucangsawit, tiga kasus kematian lainnya berada di wilayah Kadipiro, Jebres dan Manahan. Semua sama korban DBD masih anak-anak.

Dibandingkan tahun lalu, ia menuturkan angka kasus DBD total ada 263 kasus dengan angka kematian tujuh kasus. Artinya ada penurunan kasus DBD. Namun demikian, pihaknya meminta warga tetap mewaspadai penyebaran penyakit DBD.

Ia mengatakan, hal ini mengingat tren kasus DBD mengalami kenaikan. Disebutkannya, 15 kelurahan hingga kini masih dinyatakan nol kasus DBD. Ke-15 kelurahan ini di antaranya Kauman, Laweyan, Karangasem, Kerten, Serengan, Kratonan, Joyosuran, Gajahan, Kampungbaru, Purwodingratan, Gandekan, Sudiroprajan, Kepatihan Kulon, Kepatihan Wetan dan Keprabon.

“Kelurahan lainnya sudah ditemukan kasus DBD. Paling banyak temuan kasus ya ada di Kadipiro,” kata Efi sambil menambahkan selama ini pihaknya sering memberikan penyuluhan kepada masyarakat melalui program penyuluhan khusus maupun kampanye kesehatan yang melibatkan kader dan masyarakat tentang penyakit DBD.

Ia mengatakan, untuk mencegah muncul dan berkembangnya wabah penyakit itu, masyarakat harus selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), salah satunya menguras bak mandi. Seluruh permukiman penduduk, termasuk tempat indekos disasar dan dipantau jentik nyamuknya. “Kami semakin mewaspadai penyebaran penyakit DBD. Apalagi musim penghujan,” katanya. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

1 + fourteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password