Sifilis Meningkat Tajam di Kalangan Wanita Muda Jepang

Covesiacom – Ancaman sifilis semakin mengkhawatirkan mengingat banyaknya laporan pasien yang menderita penyakit menular karena kontak seksual tersebut, terutama di negara Jepang.

Dilansir dari laman The Japan Times, (7/12), menurut statistik baru-baru ini yang dikeluarkan oleh National Institute of Infectious Diseases (NIID), jumlah pasien sifilis meningkat pesat, terutama pada kalangan wanita muda.

NIID menjelaskan, sifilis merupakan infeksi bakteri terutama yang menyebar dengan kontak seksual. Lonjakan kasus ini menjadi proporsi epidemik di seluruh dunia pada 1960-an. Kini telah ‘comeback’ di Jepang lebih dalam 10 tahun terakhir.

“Jumlah pasien melaporkannya antara 1 Januari hingga 28 Oktober (2015) sudah mencapai 2.037. Artinya melebihi 1.617, nomor login dibanding 2014,” kata NIID.

“Dari 2.037 kasus itu, laki-laki menanggungnya 1.463 dan perempuan 574.”

Jika ditilik berdasarkan usia, kasus itu menimpa lebih dari 75 persen perempuan berusia 15 sampai 35 tahun, atau sebanyak 437. Secara khusus, perempuan dari 20 hingga 24 tahun menjadi yang paling rentan ditemukan, dengan 177 kasus, meningkat 2,7 kali dibanding tahun lalu.

Selanjutnya juga ada sepuluh kasus dari total untuk pria dan wanita yang bawaan. Artinya, pasien terinfeksi sebelum atau pada kelahiran melalui ibu mereka.

Jumlah perempuan yang tertular sifilis melalui kontak heteroseksual muncul di angka 405, di level 2,1 kali dari tahun lalu. “Perlu langkah pendidikan, terutama pada kalangan kelompok berisiko tinggi,” kata NIID dalam laporannya tentang sifilis yang dikeluarkan awal bulan ini.

Menurut NIID, kontak seksual dengan individu-individu yang tidak menentu akan berisiko. Begitu juga seks tanpa penggunaan kondom yang tepat. Pendidikan harus fokus pada fakta bahwa sifilis dapat juga disebarkan oleh oral seks atau anal seks. Bakteri sifilis dapat kembali tetap aktif dalam tubuh.

Penyakit dimulai seperti rasa sakit-sakit, biasanya pada alat kelamin, dubur, atau mulut. Sifilis menyebar melalui kulit atau selaput lendir kontak dengan bisul ini.

“Jika terdeteksi sejak dini, sifilis dapat disembuhkan dengan penisilin. kalau tanpa perawatan, sifilis dapat sangat merusak pada jantung, otak, atau organ lain. Bahkan dapat mengancam kehidupan.” tutupnya.

(zik)

0 Comments

Leave a Comment

five × 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password