Belum Lengkap ke Pariaman Jika tak Menikmati ‘Sala Lauak’

Padang – Saat mengunjungi daerah Pariaman, Sumatera Barat, mata para pelancong akan dimanjakan oleh pemandangan alam yang menentramkan. Areal perbukitan hijau yang asri akan tersaji indah melingkung membatasi wilayah utara pariaman.Tidak kalah menarik diwilayah selatan dan barat Pariaman para wisatawan akan disajikan dengan keindahan nuansa pantai yang membentang sepanjang mata memandang.

Namun keindahan alam yang melimpah tersebut belumlah lengkap jika para pelancong belum menikmati jajanan khas pariaman yang dijual berjejer disepanjang pinggiran pantai objek-objek wisata yang dikelola oleh masyarakat lokal. Salah satunya adalah “sala lauak” jajanan kuliner khas daerah pesisir pantai yang telah familiar ditelinga masyarakat Sumatera barat maupun mancanegara.

Sangat mudah menemukan jajanan khas yang terbuat dari tepung yang dicampur dengan berbagai jenis biota laut seperti kepiting, udang dan ikan teri tersebut disini. Hanya melonggok beberapa meter dari pinggir pantai Gandoriah Pariaman para pelancong akan ditawarkan oleh para pedagang kios-kios kecil yang berjejer dengan ramah menyapa.

“Sala da, makan disini apa dibungkus,” sapa khas, salah seorang pedagang, Nurlela (43) kepada covesia.com, Jum’at (28/11/2014).

Ibu beranak empat ini, menceritakan, sala merupakan sebuah jajanan khas daerah Pariaman yang masih dapat ditemui sampai saat ini. Makanan ringan (cemilan.red) yang terbuat dari tepung dengan campuran beberapa bumbu khas nusantara itu juga dicampur dengan beberapa biota laut sebagai ikon makanan pinggir laut.

“Itulah ciri khas dari sala pariaman, banyak campurannya, seperti udang, kepiting, ikan teri maupun ikan asin,” terang Lela

Setiap akhir pekan, maka banyak para pelancong yang datang ke pantai gandoriah Pariaman untuk mengisi liburan mereka, dan setiap para pengunjung yang datang, biasanya tidak akan pernah lupa untuk membeli aneka sala sebagai buah tangan yang menandakan mereka telah berkunjung ke Pariaman.

“Sabtu dan Minggu kita akan menjumpai banyak pengunjung yang membeli sala disini sebagai oleh-oleh khas yang akan mereka bawa pulang kerumahnya masing-masing,” tutur Lela, yang telah menghabiskan setengah dari hidupnya untuk berjualam sala. (adi/cal)

0 Comments

Leave a Comment

3 × four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password