LBH: Vonis Kasus Korupsi di Sumbar masih Rendah

LBH Vonis Kasus Korupsi di Sumbar masih Rendah Ilustrasi palu hakim. (sumber: deteksi.co)

Covesia.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang mencatat vonis untuk kasus korupsi di Sumbar hanya didominasi oleh sanksi yang rendah. Rata-rata pelaku korupsi hanya diberi hukuman kurungan 1-2 tahun.

Dan kalaupun pelakunya diberikan sanksi denda, itu pun tergolong tidak sesuai dengan jumlah uang negara yang mereka rampok. Rata-rata mereka hanya memperoleh denda kurang dari Rp100 Juta.

"Putusan pengadilan tipikor Padang dengan vonis rendah tidak memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Seharusnya para pelaku diberi sanksi yang berat sehingga ada efek jera bagi pelaku," kata Penanggungjawab Isu Korupsi LBH Padang, Indira Suryani kepada covesia.com, Selasa (9/12/2014).

Indira memaparkan, dalam catatan LBH Padang selama 3 tahun terakhir terdapat 106 kasus korupsi di Sumatera Barat yang telah diputus oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang.

Masing-masingnya pada tahun 2011 tercatat 26 perkara, 2012 menurun menjadi 23 perkara dan kembali meningkat di tahun 2013 menjadi 28 perkara dan 2014 terdapat 29 perkara dengan 16 perkara masih dalam proses persidangan.

"Dari 106 putusan tersebut sebanyak 9 terpidana memperoleh vonis bebas masing-masing 7 terpidana pada tahun 2011, 1 orang pada 2013 dan 2 orang ditahun 2014. LBH mencatat total kerugian negara akibat kasus korupsi di Sumatera Barat dalam 2011-2014 lebih dari Rp 6 miliar. (utr/bim)

Berita Terkait

Baca Juga