Candi Muarojambi Peninggalan Sejarah yang Perlu Dikembangkan

Covesia.com – Candi Muarojambi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi terletak sekitar 40 kilometer dari Kota Jambi. Candi peninggalan sejarah itu berada di muara Sungai Batanghari.

Situs percandian tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Melayu Kuno masa Hindu-Buddha pada abad VII-XIII Masehi dan terdiri dari 82 reruntuhan bangunan kuno. Kini, sebanyak delapan candi telah dibuka dan dirawat secara intensif seperti Candi Gumpung, Candi Tinggi I, Candi Tinggi II, Candi Kembar Batu, Candi Astano, Candi Gedong I, Candi Gedong II dan Candi Kedaton.

Pemerintah Provinsi Jambi terus melakukan upaya dalam melindungi cagar budaya tersebut. Melalui masterplan pembangunan situs tersebut diharapkan akan dapat melindungi aset sejarah itu dan menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata.

Disamping itu, masterplan pelestarian kawasan percandian Muarojambi yang baru saja direvisi itu diyakini mampu mempercepat pengembangan kawasan candi yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional ini.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Kamis (1/1/2015) mengungkapkan, masterplan kawasan candi Muarojambi ini penting sekali. Dengan selesainya masterplan Provinsi Jambi tentu tidak ragu-ragu lagi untuk mengembangkan kawasan candi, terutama Pemerintah Kabupaten setempat.

“Kita kan ingin berpartisipasi, misalnya upaya Pemkab Muarojambi untuk menarik orang berwisata ke sana. Ya, nanti mungkin akan dibuat semacam tempat hiburan seperti waterboom. Dengan adanya masterplan kan bisa saja semunya dibuat. Tapi dengan catatan memang tidak lari dari masterplan yang sudah disusun,” kata Gubernur.

Seentara itu, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, Winston Sam Douglas Mambo, menyatakan bahwa masterplan yang disusun ini merupakan revisi dari masterplan yang dibuat pada tahun 2005 lalu.

Peninggalan lain yang ditemukan adalah adanya kanal kuno dengan aliran mengelilingi kawasan percandian yang menghubungkan antara bangunan satu dan lainnya, sejumlah umat Budha sering menggunakan kawasan percandian sebagai tempat peribadatan di saat hari raya agama Buddha.

Selain candi, peneliti juga menemukan sejumlah artefak, arca dan alat rumah tangga kuno di sekitar kompleks percandian Muarojambi.

(ant/zik)

0 Comments

Leave a Comment

twelve + eight =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password