Rilis 8 Januari, Ini Tantangan Khusus Dalam Film ‘Garuda Superhero’

Covesia.com – Produser film “Garuda Seperhero”, Dhoni Ramadhan mengungkapkan, film tersebut merupakan film lokal pertama yang membuka industri perfilman Tanah Air dengan tema action superhero. Tema yang sudah hilang lebih dari 30 tahun dalam peta perfilman Indonesia.

Film pahlawan super Garuda Superhero segera rilis di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2014. Film superhero itu buah dari perjuangan selama 10 tahun untuk memproduksi film Garuda. Film superhero lokal pertama itu menggunakan 90 persen teknologi “Computer Generated Imagery” (CGI).

Menurut Dhoni, produksi film Garuda memiliki tantangan khusus terutama dari aspek sumber daya manusia dan kemampuan dalam proses penggarapan efek visual yang diinginkan.

“Tim CGI yang mengerjakan film Garuda merupakan generalis semuanya. Mereka menguasai semua kemampuan efek visual yang dibutuhkan, bukan hanya mengerjakan bagian demi bagian dalam suatu babak,” katanya di Jakarta.

Uniknya, jumlah tim CGI film Garuda tidak lebih dari sembilan orang tim inti dan beberapa pendukung. Padahal, tingkat kesulitan produksi cukup tinggi.

Semua yang terlibat dari divisi CGI merupakan animator asli Indonesia seperti dari Yogyakarta, Malang, Padang, Jakarta, Solo dan daerah lainnya.

“Hal menarik lainnya, ada adu akting antara aktor kawakan dengan aktor muda dalam film yang sebagian besar dilakukan dengan layar biru (blue screen),” katanya.

Film juga didukung sejumlah aktor kawakan Slamet Rahardjo yang memainkan tokoh antagonis pengancam keselamatan dunia. Selain Slamet, ada pula Robby Sugara, Piet Pagau dan Rudy Salam.

Sementara di barisan aktor muda didukung Agus Kuncoro, Alexa Key, Kia Putri dan tokoh utama Rizal Alaidrus sebagai Garuda. Film Garuda juga menggaet Julia Perrez sebagai manajer promosi untuk mendukung film.

(ant/zik)

0 Comments

Leave a Comment

twenty − 10 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password