Malamang, Ritual Tahunan yang Masih Lestari Dalam Memperingati Maulud Nabi

Covesia.com – Pembakaran ribuan bambu yang berisi beras ketan mewarnai peringatan hari besar Maulud Nabi Muhamad SAW di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Pariaman, Sumbar.

Tradisi bernuansa religi dan kuliner yang jarang dijumpai di belahan nusantara ini tetap berlangsung secara turun temurun disini.

Malamang, sebutan yang biasa masyarakat namakan, berarti memasak lemang (penganan khas dari Sumatera Barat yang terbuat dari adonan beras ketan putih dan santan yang dimasukkan ke dalam bambu) yang dijadikan sebagai simbol diselenggarakannya peringatan Maulid Nabi di daerah itu.

“Khusus hari ini, kita malamang untuk persiapan acara Maulud Nabi Muhammad yang akan digelar besok,” ujar salah satu warga Ulakan, Nari (57) kepada Covesia, Minggu (11/1/2015).

Hal senada juga dikatakan oleh salah seorang Tokoh Masyarakat, Mayunis (50). Ia mengatakan, bagi masyarakat Sumatera Barat, khusunya Nagari Ulakan, malamang merupakan suatu tradisi yang biasanya dilakukan saat hari-hari tertentu, seperti hari besar keagamaan atau memperingati hari kematian.

“Tradisi malamang ini sendiri telah berlangsung sejak ratusan tahun silam,” katanya.

Dikatakannya lagi, menurut cerita-cerita masyarakat Ulakan, tradisi ini berlangsung tak lepas dari peran Syekh Burhanuddin (Pembawa ajaran Islam Minang Kabau). Saat itu Syekh Burhanuddin melakukan perjalanan ke daerah pesisir Minangkabau untuk menyiarkan agama Islam.

Saat itu Syekh Burhanuddin rajin berkunjung ke rumah-rumah penduduk untuk bersilaturrahmi dan menyiarkan agama Islam. Dari kunjungannya tersebut, tak jarang masyarakat disini memberikan panganan yang masih diragukan kehalalannya.

Untuk itu, dirinya pun menyarankan kepada setiap masyarakat yang dikunjunginya agar menyajikan kuliner lamang ini menjadi hidangan sebagai simbol makanan yang dihidangkan dalam ajang silaturahim pada saat itu.

Sampai sekarang, tradisi yang biasanya dikerjakan secara bersama-sama ini masih terus berlangsung di daerah pusat peradapan Islam Sumatera Barat ini.

(adi/zik)

0 Comments

Leave a Comment

twenty + ten =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password