Adian Napitupulu: ‘Dibalik 98’ Drama Percintaan dengan Bumbu Peristiwa 98

Covesia.com – Politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, mempertanyakan apa yang kita pikiran ketika menonton cuplikan film demonstrasi dengan jaket almamater dan cuplikan itu berakhir dengan judul “dibalik 98.”

Menurut Adian, umumnya orang berfikir film tersebut berkisah tentang cerita yang terjadi dibalik peristiwa 98. Setelah banyak protes, sang sutradara segera mengklarifikasi bahwa film tersebut berisi drama percintaan biasa dengan bumbu peristiwa 98.

“Saya tidak mengerti apakah pemberian judul yang manipulatif seperti itu bisa dibenarkan dalam industri perfilman atau tidak. Saya tidak mengerti sebesar apa keuntungan sebuah film sehingga boleh dipantaskan untuk gunakan judul yang berpotensi dimengerti secara salah oleh yang membaca,” ujar Adian dalam dalam keterangan pers yang diterima covesia di Jakarta, Senin (12/1/2015).

Menurut Adian, dalam sebuah wawancara media, seorang pemain di film itu mengatakan bahwa, saat itu terjadi clash antara etnis Tionghoa dan Pribumi. Si Pemain Film mungkin tidak paham sejarah bahwa tahun 98 tidak pernah terjadi clash etnis tapi kekerasan terhadap etnis Tionghoa yang dilakukan kelompok misterius, bukan oleh etnis Pribumi.

Dalam alur film itu, sosok Soeharto tampak menjadi sosok yang baik dan “teraniaya” yang harus turun dari kekuasaan diiringi kesedihan. Sementara disisi lain tampak mahasiswa yang bersorak diatas kesedihan orang tua bernama Soeharto.

Film yang akan dirilis pada 15 Januari mendatang, disutradarai oleh Lukman Sardi, dengan para pemain Chelsea Islan, Verdi Solaiman, Ririn Ekawati, Boy William, Amroso Katamsi, Alya Rohali, Dian Sidik, Donny Alamsyah dan Fauzi Baadilla. (jon/uji)

0 Comments

Leave a Comment

four + twenty =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password