Jawa Timur Siap Tangani Pasien Ebola

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur
melalui Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya siap menangani pasien yang
terjangkit virus Ebola sebagai bentuk persiapan dini jika sewaktu-waktu
dibutuhkan. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di
Surabaya, Senin mengatakan saat ini virus Ebola sudah menyebar di
belahan dunia, termasuk di Asia Tenggara. “Sebagian besarnya
terjangkit saat menunaikan ibadah haji, maupun yang berkunjung ke
negara di Timur Tengah dan Afrika,” katanya usai sidang paripurna DPRD
Jatim.

Ia mengemukakan, untuk mengidentifikasi virus Ebola,
setiap masyarakat yang ditengarai berkunjung ke negara yang terdampak
virus itu akan dilakukan pemeriksaan dan bandar udara sudah mulai
melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk menghindari penularan. “Ketika turun dari pesawat, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
untuk mengetahui apakah terdampak virus Ebola atau tidak. Khususnya
masyarakat yang baru saja melakukan ibadah haji,” katanya.

Ia mengatakan, di Jatim belum ditemukan pasien yang positif terdampak
virus Ebola. Akan tetapi, tidak mengurangi status waspada terhadap virus
tersebut mengingat beberapa waktu yang lalu, ada beberapa orang yang
memiliki gejala yang hampir sama terkena virus Ebola. “Sebelumnya, dua tenaga kerja Indonesia di Jawa Timur dinyatakan
mengalami gejala virus ebola. Akan tetapi, setelah dilakukan beberapa
kali pemeriksaan di laboratorium, ternyata hasilnya bebas. Semua sample
dari kasus Madiun dan Kediri hasilnya negatif Ebola,” katanya.

Menurutnya, dua tenaga kerja ini sakit setelah pulang dari Liberia,
salah satu negara yang terkena dampak terburuk Ebola. Dan jika dlihat
dari hasil pemeriksaan, sesuai dengan gejala-gejala penyakit pasien yang
cukup berbeda dengan gejala penyakit Ebola. “Sebanyak 28
TKI pulang ke kampung halaman mereka pada 26 Oktober lalu setelah
bekerja di Liberia. Dan kami akan terus melakukan pemantauan penyebaran
virus Ebola,” katanya.

Saat ini, kata dia, telah diketahui gejala awal terkena virus Ebola adalah tensi darah yang tinggi. “Apabila diketahui setelah mengunjungi negara di Timur Tengah,
ditemukan gejala yang hampir sama dengan terdampak virus Ebola akan
dilakukan pemeriksaan,” katanya. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

five × 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password