- Advertisement -
BerandaLifestyleSembuhkan Kanker dengan Kopi Organik

Sembuhkan Kanker dengan Kopi Organik

- Advertisement -

Surabaya -Praktisi dan pengguna kopi organik
selama lima tahun, Effendy, mengatakan kopi organik yang dikonsumsi
secara berkala akan mampu menyembuhkan kanker dalam stadium yang sudah
tinggi sekalipun. “Tapi, kopi organik itu bukan diminum,
melainkan dimasukkan lewat lubang dubur dengan air murni, karena itu
disebut juga kopi enema (kopi dubur), tapi bukan sembarang kopi,” kata
pengusaha asal Darmo Hill Surabaya itu, Senin (3/11/2014).

Pengusaha
dari Foxstars Group itu mengaku dirinya mengenal kopi enema itu lewat
beberapa rekannya di Singapura yang menyebut kopi organik yang
dikonsumsi secara enema itu merupakan teknik pengobatan kanker terbaik. “Seorang ahli kopi enema dari Jerman Dr Mark Gerson menyatakan kopi
organik itu memiliki khasiat yang banyak, karena memang tidak
mengandung radikal-bebas, sehingga bisa langsung masuk ke usus besar,”
katanya.

Selang 2-3 menit akan langsung masuk ke usus besar
dan terserap oleh liver, padahal liver itulah sumber masalah timbulnya
penyakit, sehingga orang yang mengonsumsi kopi organik secara enema akan
terhindar dari berbagai jenis penyakit dalam. “Saya sudah
membuktikan pada saudara-saudara saya, termasuk teman, ternyata usus
besar dan liver mereka benar-benar bersih dan sehat,” katanya.

Secara terpisah, pengguna kopi organik selama setahun, Johan Yan,
mengaku badannya terasa enak setelah mengonsumsi kopi organik secara
enama. “Kalau kita rutin memakainya, maka tubuh kita akan
terasa sehat, bahkan kalau kita mampu memanfaatkan peluang ini, maka
kita akan mampu mengembangkan kopi organik di Tanah Air,” katanya.

Komisaris utama perusahaan motivasi PT Total Quality itu
menambahkan pemanfaatan kopi organik untuk pengobatan kanker akan
menjadikan kebutuhan kopi organik akan meningkat. “Akhirnya, petani kopi akan diuntungkan bila petani mampu mengembangkan kopi organik itu,” katanya.(ant/cal)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -