Pak Oyong, Pedagang Lontong Gulai Namun Kolektor Batu Akik Juga

Covesia.com- Saat ini memang lagi tren-trennya orang akan batu akik, saking antusiasnya banyak orang ber-selfie ria dengan memajangkan foto-foto batu akik memenuhi seluruh jari tangan mereka. Tentu saja sekedar memamerkannya di media sosial, seperti di facebook atau twitter dan sangat jarang untuk dipakai sehari-sehari.

Hal ini tentu saja beda dengan pak Oyong, sapaan akrab Afrizal,53 pedagang lontong gulai yang sehari-hari mangkal di pinggir jalan Situjuh simpang Jati Perintis Kemerdekaan, Padang, Sumatera Barat.

Sambil melayani konsumen bersama istri tercintanya, pak Oyong dengan tangan penuh dengan batu akik besar yang menyilaukan mata memandang ikut menyuguhkan juga.Bagi konsumen yang bukan penghobi batu akik, tentu saja tidak jadi masalah.

Nah, bagi konsumen yang penggila batu akik justru jadi masalah. Pas dihidangkan kuliner yang dipesan konsumen, justrus tangan pak Oyong yang dipegangnya. Kenapa tidak, konsumen justru lebih tertarik dengan jari pak Oyong yang dipenuhi batu akik besar yang berwarna-warni dan bermacam-macam nama pula.

Antara lain batu akiknya bernama Limau Manih, Kinyang, Pandan, Biduri Lauik, Zamrud, Limau Manih Mato Api dan sebuah batu akik kalungnya yang bernama Lumuik Sungai Dareh.

Saat Covesia.com menanyakan berapa banyak koleksi batu akiknya, dengan gaya khasnya pak Oyong pun tersipu malu sampai-sampai matanya ikut terpicing juga.

“Kalau soal mengoleksi batu akik ini, saya belum ada apa-apanya karena saya baru mengoleksi batu akik ini sejak 15 tahun yang lampau. Sedangkan untuk jumlahnya belum sampai seratusan, baru sembilan puluhan batu akik yang sudah diikat tentunya,” ujarnya merendah.

Dan dia pun mengoleksi batu-batu akik ini tidak untuk dijual, tapi bagi yang berminat tidak salahnya melobi pak Oyong ke nomor HPnya 085263241338. Atau sekedar teman diskusi atau bertukar informasi kapan perlu barter.

“Mungkin banyak orang tidak tahu selama ini, justru dengan saya pakai batu akik inilah yang membuat saya banyak mendapatkan teman. Banyak kawan banyak reski, banyak lawan habislah batu akik kita,” ujarnya berseloroh.(mhd)

0 Comments

Leave a Comment

1 × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password