Tabuik adalah Seni yang Bebas Nilai

Padang – Pesta Budaya Tabuik merupakan seni yang bebas nilai. Penegasan ini dikatakan Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra Barat, M.Sayuti Dt. Rajo Panghulu. “”Budaya tabuik itu adalah sesuatu seni yang bebas nilai, maksudnya tidak terikat dengan norma, berbeda dengan seni amaliah yang terikat dengan norma,” ujarnya kepada covesia.com, kamis (06/11/2014).

Budaya tabuik adalah sesuatu yang tidak bisa dicampur adukkan dengan agama, agama bersifat vertikal sedangkan Budaya itu bersifat horizontal. Sementara itu budaya Tabuik sudah termasuk dalam budaya Minang. “Sesuatu yang sudah menjadi tradisi maka itu tergolong budaya minang,” tegasnya.

Sebelumnya tokoh pemuda Sungai Geringging Pariaman menyatakan biasanya setiap acra puncak Pesta Tabuik Pariaman akan dibanjiri wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. “Tabuik itu memiliki nilai budaya yang kental. Ini dilakukan guna memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW Hasan dan Husein dulunya. Dan acara ini diminati ribuan orang,” ujarnya.

Tahun ini puncak acara Pesta Budaya Tabuik di Pariaman, Sumbar, dilaksanakan Minggu (9/11/2014). Rankaian acara puncak sudah dimulai sejak subuh. Dimulai dengan prosesi sakral Tabuik Naiak Pangkek (Tabuik Naik Pangkat), sekitar pukul 5 pagi. Kemudian dilanjutkan dengan acara hoyak Tabuik siang hingga menjelang magrib dengan ditandai dengan proses Tabuik dibuang ke laut di Pantai Gondoriah, Kota Pariaman. (def/cal)

0 Comments

Leave a Comment

19 + nineteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password