Satu Meninggal, Ratusan Warga Kota Malang Diserang DBD

Malang – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
menyerang ratusan warga Kota Malang, Jawa Timur, bahkan satu di
antaranya meninggal karena terlambat dibawa ke rumah sakit. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Dr Asih Tri Rachmi
Nuswantari di Malang, Selasa (11/11/2014) mengatakan korban yang meninggal pada Juni
lalu itu adalah Viora (2), warga Kelurahan Merjosari karena terlambat
dibawa ke rumah sakit.

“Angka penderita DBD yang tercatat di
Dinkes selama Januari-November ini sebanyak 153 kasus dan khusus pada
bulan ini sudah tiga orang yang dilaporkan terserang DBD, bahkan sampai
sekarang satu orang di antaranya masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, kasus DBD yang mencapai 153 pada tahun
ini menurun jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 409 kasus dan dua
di antaranya meninggal. Oleh karena itu, agar warga yang terserang DBD
tersebut bisa diminimalisasi, masyarakat harus menjaga kebersihan
lingkungannya karena faktor terbesar penyebab DBD adalah lingkungan.

Masyarakat, katanya, harus mewaspadai penyebaran penyakit tersebut,
apalagi saat ini sudah memasuki musim peralihan, yakni dari musim
kemarau ke musim hujan yang berpotensi menyebarnya jentik-jentik nyamuk,
terutama di area yang banyak terjadi genangan air hujan. Menurut Asih, pada saat memasuki musim penghujan, biasanya wabah demam
berdarah kembali menyerang masyarakat, sehingga harus ekstra waspada dan
yang terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan.

“Jangan sampai ada genangan air dan bak kamar mandi pun jangan sampai
luput dari perhatian kita untuk dibersihkan karena bak mandi juga
menjadi salah satu tempat favorit bagi jentik nyamuk untuk berkembang
biak,” tegasnya.

Gejala awal yang dialami penderita DBD
rata-rata adalah mengalami panas tinggi yang disertai demam, bahkan suhu
badan naik turun, bahkan kadang-kadang disertai kepala pening dan mual.
Jika mengalami panas tinggi dan demam, harus segera diperiksakan ke
dokter karena dikhawatirkan trombositnya sudah menurun. “Jika ada warga atau kita mengalami gejala tersebut, segera periksa ke
dokter, sebab kalau penanganannya terlambat bisa mengakibat kematian,”
ujarnya. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

nine − 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password