Program Relaksasi BPJS Kesehatan Ringankan Beban Peserta di Masa Pandemi

Program Relaksasi BPJS Kesehatan Ringankan Beban Peserta di Masa Pandemi Debi Mersah, Kepala Bidang Pelayanan Peserta dan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Padang

Covesia.com - BPJS Kesehatan cabang Padang sebut hanya 62 persen peserta mandiri BPJS yang lancar membayar iuran, 38 persen lainnya menunggak iyuran BPJS. Namun demikian dengan adanya program relaksasi peserta BPJS diharapkan dapat meringankan masyarakat di masa pandemi Covid-19 saat ini. 

"Relaksasi ini disiapkan oleh pemerintah guna memberikan keringanan bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam melewati masa pandemi. Relaksasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan keaktifan peserta yang akan sejalan dengan peningkatan potensi penerimaan iuran," ungkap Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang, Debi Mersah, saat Webinar dengan sejumlah media, Selasa (6/9/2020).

Lebih lanjut dikatakan Debi, program relaksasi tunggakan berlaku sampai dengan 31 Desember 2020 untuk pendaftarannya. 

"Rata-rata yang menunggak kebanyakan dimulai bulan Mei 2020 dan deadline pendaftaran 31 desember 2020 nanti," tambahnya. 

Debi juga mengatakan 38 persen peserta yang menunggak ini menjadi perhatian bagi kita sehingga mereka bisa membayar tunggakan. Relaksasi ini mengikuti minimal 6 bulan. Maka kartunya akan aktif kembali. 

Program ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan menjelaskan bahwa selama tahun 2020 ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menunggak dapat mengaktifkan lagi status kepesertaannya dengan hanya membayar maksimal enam bulan tunggakan plus pembayaran iuran bulan berjalan.

“Program ini memberikan keringanan pembayaran tunggakan bagi peserta segmentasi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang sering disebut peserta mandiri dan Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha (BU),” tambah Debi. 

Dalam program relaksasi tunggakan ini, peserta wajib mendaftar agar status kepesertaannya aktif. Cukup membayar enam bulan tunggakan ditambah iuran bulan berjalan, selanjutnya peserta wajib melunasi sisa tunggakan paling lambat Desember 2021. 

Namun, apabila sampai dengan akhir bulan tidak dilakukan pembayaran enam bulan tunggakan plus iuran bulan berjalan, maka program keringanan pembayaran tunggakan JKN batal secara otomatis dan seluruh tunggakan akan ditagihkan pada bulan berikutnya.

Ada beberapa persyaratan untuk mengikuti relaksasi ini, Pertama merupakan peserta PBPU dan PPU BU, kedua memiliki tunggakan lebih dari 6 bulan, ketiga jika peserta PPU BU wajib melakukan pendaftaran melalui aplikasi Edabu, sementara bagi peserta PBPU bisa melakukan pendaftaran melalui kanal layanan diantaranya aplikasi Mobile JKN, Pandawa, Kantor BPJS Kesehatan atau Care Center 1500 400.

Ditekankan Debi peserta wajib membayar sisa tunggakan dengan cara melunasi langsung atau memanfaatkan program cicilan setelah membayar tunggakan relaksasi serta melakukan pendaftaran cicilan. 

Untuk memanfaatkan program cicilan, peserta bisa mendaftar melalui kanal-kanal yang telah disediakan tersebut.

“Jadi, program relaksasi ini untuk pengaktifan kartunya saja, bukan berarti tunggakannya lunas, sisa tunggakannya masih harus dibayar, tapi bisa dicicil. Alurnya untuk sampai ke proses cicilan, peserta memang harus mendaftar dan membayar dulu program relaksasi tunggakan iuran selama enam bulan plus satu itu tadi,” terangnya. 

(ila/don)

Berita Terkait

Baca Juga