Dokter Ahli Paru: Penggunaan Masker dan Pola Hidup Sehat Tangkal Virus Covid-19

Dokter Ahli Paru Penggunaan Masker dan Pola Hidup Sehat Tangkal Virus Covid19 Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com - Penggunaan masker dalam aktivitas keseharian menjadi salah satu upaya mencegah terinfeksi virus Covid-19. Kebiasaan ini telah menjadi adaptasi kebiasaan baru bagi masyarakat Indonesia.

dr Deddy Herman, spesialis paru-paru mengatakan ada 3 pola untuk mencegah terpapar Covid-19 diantaranya memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Penggunaan masker menjadi hal utama yang tidak boleh terlepas dalam berbagai aktivitas apapun, terutama di luar ruangan.

"WHO sendiri sudah menetapkan standar kewaspadaan ini yang bertujuan untuk mencegah terpaparnya dari virus Covid-19," katanya saat dihubungi Covesia.com, Selasa (17/11/2020).

Hingga November 2020, WHO sendiri mencatat ada 55 juta orang di dunia terinfeksi Covid-19, dengan 35 juta orang sembuh dan 1,3 juta kematian.

Angka itu menunjukan bahwa Covid-19 memang nyata adanya dan telah memakan korban hingga jutaan didunia. Di Indonesia saja pemerintah akan merencanakan memberikan vaksin Covid-19 untuk menjaga kekebalan tubuh. Namun masyarakat tetap disarankan untuk tidak melepas masker dalam aktivitas apapun.
Untuk penggunaan masker yang baik, dr Deddy menjelaskan memakai masker merupakan hal paling penting sekali agar tidak terinfeksi Covid-19.

Ada beberapa macam penggunaan masker diantaranya masker N95 yang diproduksi Amerika dan Eropa yang bisa menghambat 95 persen virus atau bakteri yang ada di udara. KN 95 yang diproduksi Cina dan sudah di ACC oleh badan pembuatan masker yang mana penggunanya diutamakan di daerah fase yang memiliki erosol tinggi seperti di ruangan ICU. Masker bedah yang bisa mengambat 92 sampai 95 persen virus dimana bagian depan masker tahan air dan bagian dalam bisa menyerap air sehingga bisa menahan batuk dahak yang keluar dan masker ini baik digunakan bagi pasien Covid-19. Dan terakhir masker kain yang berfungsi bisa menahan dahak sehingga dalam dua jam pemakaian masker kain disarankan untuk segera diganti atau masker itu dicuci kembali.

"Jadi penggunaaan masker sangat bermanfaat dan bisa menangkal terkena virus jika masyarakat patuh dalam penggunaannya," ucapnya.

dr Deddy Herman yang juga merupakan Satgas Covid-19 juga memaparkan agar masyarakat membiasakan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga namun jangan membuat keramaian atau kerumunan, memakan makanan yang bergizi yang dimasak di suhu yang panas dan menghindari makanan siap saji serta memakan buah-buahan berwarna merah seperti buah naga, mangga, strowberry, pepaya, dan lainnya sedangkan sayur seperti tomat dan wortel.

Disamping itu, dr Deddy juga menambahkan agar masyarakat yang berada didalam ruangan kerja untuk selalu menggunakan masker dan menggunak handsanitizer serta membuka jendela agar sirkulasi udara bergerak dan selalu membersihkan ruang kerja dengan menyemprotkan disinfektan.

"Kebiasaan baru inilah yang bisa menekan angka Covid-19 berkurang," katanya.

Kebiasaan baru yang sedang dijalankan sebagian besar masyarakat pada masa pandemi Covid-19 juga dapat berisiko jika tidak dibarengi dengan pola hidup yang sehat. Salah satunya duduk dan rebahan terlalu lama saat bekerja dari rumah (Work From Home).

Kebiasaan baru dalam bekerja di rumah ternyata juga bisa memicu berbagai penyakit, mulai dari penyakit jantung, paru-paru hingga penyumbatan pada pembuluh darah.  

“Duduk terus menerus, dan melihat laptop atau komputer membuat mata bisa capek. Rapat yang dilakukan terus sampai malam, juga dapat menimbulkan stress. Apalagi jika kemudian mengakibatkan kurang tidur. Tensi bisa naik, lalu bisa jadi timbul penyakit pencernaan, penyakit lambung, karena mungkin makan juga tidak teratur,” ujar dr. Vito Anggarino Damay, Junior Doctor Network, dalam dialog produktif dengan tema “Awasi Penyakit Tidak Menular untuk Tetap Produktif dan Aman COVID-19” di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (9/11/2020) lalu.
Ia juga menambahkan, malas bergerak juga dapat mengakibatkan obesitas, dan naiknya kolesterol. Namun berbagai risiko tersebut bisa dicegah dengan banyak bergerak. 

“Kuncinya adalah bagaimana kita bergerak. Kalau kita bergerak, maka imunitas bisa meningkat. Karena imunitas ini terdiri dari sel-sel kekebalan tubuh. Sel-sel kekebalan tubuh ini lancar kalau sirkulasi lancar, maka pompa jantung kita baik”, terang dr. Vito.

Pemeriksaan kondisi kesehatan tubuh juga tetap perlu dilakukan secara rutin di masa pandemi ini. “Jadi, kadang-kadang karena kita takut ketularan Covid-19, kita mengabaikan pemeriksaan rutin ke rumah sakit, dan ini memperburuk kondisi kesehatan yang ada. Akhirnya penyakit-penyakit tidak menular lainnya bermunculan," ungkap dr. Reisa Broto Asmoro, Jubir Satgas Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga