Tiongkok Hentikan Transplantasi Organ Terpidana Mati

Tiongkok Hentikan Transplantasi Organ Terpidana Mati Bendera Tiongkok (net)

Covesia.com - Tiongkok akan menghentikan praktik kontroversial menggunakan terpidana mati sebagai sumber untuk transplantasi organ mulai bulan depan, menurut surat kabar Tiongkok pada Kamis, janji yang berulang kali disampaikan sejak lama.

Tingginya permintaan untuk transplantasi organ di Tiongkok dan sangat minimnya pendonor menandakan bahwa terpidana mati menjadi sumber penting untuk masalah itu selama bertahun-tahun, yang memicu kontroversi.

Kelompok HAM internasional menuduh pihak berwenang Tiongkok mengambil organ dari terpidana mati tanpa persetujuan tahanan atau keluarga mereka - tuduhan yang dibantah pemerintah.

Negara itu "secara komprehensif akan menghentikan" penggunaan terpidana mati sebagai sumber organ untuk transplantasi mulai 1 Januari, kata Huang Jiefu, kepala Komite Donasi Organ (Organ Donation Committee) Tiongkok, seperti dikutip Southern Metropolis Daily.

Pendonor sukarela akan menjadi satu-satunya sumber untuk transplantasi organ, ujar Huang, mantan wakil menter kesehatan, dalam sebuah pertemuan pada Rabu.

Beijing pernah menyampaikan janji serupa sebelumnya dan Huang pada November 2012 mengatakan Tiongkok akan menghentikan ketergantungannya terhadap organ dari terpidana mati dalam kurun waktu dua tahun.

Tiongkok melarang perdagangan organ manusia pada 2007, namun permintaan transplantasi organ jauh melebihi pasokan di negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu, berpeluang memicu donasi paksa dan penjualan ilegal (ant/lif)

Berita Terkait

Baca Juga