Video Seorang Santri Dipaksa Oknum Polisi Geledah Kardus dan Tas Miliknya karena Diduga Teroris

Video Seorang Santri Dipaksa Oknum Polisi Geledah Kardus dan Tas Miliknya karena Diduga Teroris Foto: Youtube

Covesia.com - Beredar video seorang santri dipaksa oknum polisi membuka kardus yang dibawanya. Santri tersebut dikira teroris oleh polisi karena membawa kardus. Video tersebut beredar di media sosial yang diunggah oleh akun Instagram @santricommunity.

Terlihat dalam video santri ini dipaksa membuka isi kardus tersebut oleh polisi. Sedihnya sang polisi tak memperlakukan santri tersebut dengan baik karena menyuruh sambil marah-marah dan memegang senjata layaknya santri tersebut teroris.

Namun, karena santri ini kesal, santri tersebut membuka kardus dengan kasar sambil melempar-lempar isi yang ada dalam kardusnya.

Setelah kardus sudah dibuka, polisi tersebut menyuruh santri tersebut membuka tasnya.

"Tasnya, tasnya. tasnya lepas," kata sang polisi.

"Lah kok ngamuk."

"Bukan pak, ya Allah," kata santri itu.

"Agak menjauh."

Lalu dibukalah, tasnya dengan kasar sambil melempar-lempar isi yang berupa baju-baju santri tersebut.

Dalam keterangan akun @santricommunity ini, akun ini memperingatkan bawa santri bukanlah teroris.

"SANTRI BUKAN TERORIS!!!!! Tak ada yg salah dengan video ini. Baik apa yg di lakukan pihak polisi, sebagai upaya untuk kewaspadaan. Bukankah disini pihak kepolisian yg banyak menjadi korban. Namun satu hal yg harus kita ketahui bersama, kebiadaban yg dilakukan oleh para pelaku teroris berdampak pada sudut pandang masyarakat terhadap identitas. Tentu banyak yang di rugikan, salah satunya kaum santri. Betapa tidak, kita yg tiap pulang dari pondok pasti membawa kardus dan tas, tentu berpenampilan sebagaimana layaknya santri yaitu sarungan. Sebab sarung, songkok, dan baju kokoh adalah identitas. Kepada pak polisi, kaum sarungan tak perlu ditakuti. Karna Santri bukanlah teroris. Mari perbaiki citra islam kembali, berhenti untuk saling menyalahkan, mari kita perbaiki citra islam bersama-sama. Kang santri ya kudu tahan terhadap kecurigaan, opo maneh di curigai karo cem cemane sampean lek sampean ngesir kancane @santrikeren #santrikeren #terorisjancok #santricommunity," tulisnya.


(sea0

Berita Terkait

Baca Juga