Cara Menangani Trauma Psikis pada Anak Usai Ledakan Bom

Cara Menangani Trauma Psikis pada Anak Usai Ledakan Bom Ilustrasi

Covesia.com - Beberapa waktu lalu, Indonesia dikejutkan dan diselimuti duka dengan adanya teror ledakan bom yang terjadi di beberapa titik di Surabaya.

Pada hari Minggu pagi (13/05/2018) terjadi tiga ledakan bom yang menyasar tiga gereja di lokasi berbeda di Surabaya. Sedangkan pada malam hari dilaporkan ada ledakan bom di sebuah rumah susun di Sidoarjo.

Teror pun berlanjut hingga hari ini, Senin (14/05/2018), dilaporkan sebuah bom meledak di Mapolrestabes Surabaya. Teror seperti ini pastinya menyebabkan luka mendalam. Anak-anak yang menjadi korban atau menyaksikan kejadian tersebut di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), dapat mengalami trauma psikis usai ledakan bom.

Dampak psikis ledakan bom pada anak

Puluhan korban berjatuhan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Dari luka ringan, berat, hingga berakhir pada hilangnya nyawa. Rakyat yang membaca dan menonton berita dibuat sedih dan marah dengan apa yang dilakukan kelompok tak bertanggung jawab tersebut.

Khususnya bagi para korban dan orang-orang yang melihat kejadian berlangsung di sekitar TKP, trauma psikis dapat membekas dalam di pikiran para korban dan masyarakat lingkungan sekitar. Anak lah yang paling rentan mengalami trauma psikis ini.

Lewat berbagai siaran berita, diketahui anak-anak pun menjadi korban aksi teror ini. Ledakan bom dapat meninggalkan trauma psikis yang sulit dihilangkan pada anak. Kondisi ini dapat mengakibatkan depresi dan gangguan cemas yang dapat memengaruhi mental anak.

Dampak depresi dan gangguan cemas pada anak dapat mengakibatkan tumbuh kembang anak terganggu. Proses belajar di sekolah pun bisa terhambat karena anak akan lebih sering melamun, kurang konsentrasi, dan sulit menerima ilmu yang diajarkan di kelas.

Cara menangani trauma pada anak usai ledakan bom

Karena dampak trauma psikis dapat sangat memengaruhi kehidupan anak ke depannya, para orang tua harus mengetahui cara menangani trauma pada anak. Trauma psikis tersebut bisa terjadi setelah terjadinya ledakan bom, atau usai kejadian traumatis apa pun.

Melihat pentingnya pengaruh trauma psikis pada anak, maka orang tua perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Kenali perubahan yang terjadi pada anak anda sedini mungkin. Semakin cepat anda mengenali perubahan tersebut, akan semakin cepat pula anda dapat menentukan langkah selanjutnya.
  • Terapi dari tenaga kesehatan yang kompeten, dalam hal ini adalah psikiater. Bawa anak ke psikiater secepatnya setelah anda menemukan perubahan pada diri anak anda. Selanjutnya, psikiater akan menggali poin apa saja yang menjadi permasalahan utama pada anak.
  • Terapi dari keluarga yang meliputi dukungan morel dan materi. Jadilah pendengar saat anak ingin menceritakan sesuatu. Berikan situasi yang aman saat anak anda sedang mengeluarkan isi hatinya.
  • Pemberian obat-obatan. Jika keluhan dirasa cukup mengganggu, obat-obatan juga bisa diberikan, dengan catatan harus di bawah  pengawasan seorang dokter.

Cara mencegah anak mengalami trauma

Berita dan segala hal yang berkaitan dengan ledakan bom di Surabaya, beredar tak terkendali. Paparan berita ini juga dapat menyebabkan atau memperburuk trauma psikis pada anak, walaupun ia tidak secara langsung mengalami kejadian tersebut.

Berikut ini adalah cara-cara yang dapat anda gunakan untuk mencegah trauma psikis pada anak dikutip covesia.com dari laman klikdokter:

  • Jangan biarkan anak melihat berita televisi atau konten media sosial yang berkaitan dengan bom yang terjadi. Paparan secara terus-menerus mengenai aksi teror bom tersebut akan membuat anak terus mengingat kejadian tersebut. Akibatnya anak dapat mengalami trauma hingga bertahun-tahun lamanya. Ini juga makin diperburuk dengan adanya foto-foto dan/atau video ledakan bom yang menyebar dengan viral di internet.
  • Lakukan kegiatan fisik sesuai dengan hobi anak Anda untuk mengalihkan perhatian anak dari berita ledakan bom yang sedang menjadi topik utama nasional.
  • Dengan banyaknya berita mengenai aksi teror ledakan bom mulai dari TV, media cetak, hingga media online, anda harus mendamping anak selama ini berlangsung, agar anak merasa nyaman dan tidak takut.

Karena dampak trauma psikis usai ledakan bom ataupun kejadian traumatis apa pun dapat sangat memengaruhi kehidupan anak ke depannya, orang tua harus tahu bagaimana cara menanganinya dengan tepat.

Jika trauma psikis pada anak terlihat memburuk, segera minta bantuan tenaga ahli seperti psikiater, agar mental anak tetap sehat dan tumbuh kembangnya tetap terjaga.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga