Memahami Cara Merawat Daerah Kewanitaan Sesuai Perubahan Usia

Memahami Cara Merawat Daerah Kewanitaan Sesuai Perubahan Usia ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Sama halnya dengan kulit dan rambut yang akan berubah seiring bertambahnya usia, organ intim wanita pun demikian. Lambat laun, anda mungkin menyadari kalau bentuk vagina yang tidak sama seperti beberapa tahun sebelumnya.

Lantas, untuk cara merawat vagina itu sendiri, adakah perbedaan yang harus diperhatikan?

Bagaimana cara merawat vagina sesuai jenjang usia?

Perubahan vagina biasanya dimulai ketika seorang wanita telah memasuki masa-masa pubertasnya. Menginjak waktu ini, anda disarankan untuk lebih telaten dalam menjaga kesehatan vagina seutuhnya. Yuk, cari tahu seputar cara merawat organ pribadi anda, dikutip covesia.com dari laman hellosehat.

Cara merawat vagina di usia 20-an

Puncak hormon seks wanita seperti estrogen, progesteron, dan testosteron sedang meningkat pesat di usia ini. Terlebih bagi anda yang telah menikah dan aktif berhubungan seksual, maka vagina berisiko untuk terserang berbagai mikroba penyebab penyakit.

Demi menjaga vagina tetap sehat, anda dianjurkan untuk rutin buang air kecil setelah selesai berhubungan seks. Tujuannya untuk mencegah bakteri, yang bisa datang dan menempel di manapun, seperti tangan, kondom, atau penis.

Jadi, bakteri yang mungkin menempel akan dikeluarkan lewat saluran kencing. Apalagi letak vagina yang dekat dengan uretra sehingga memudahkan penyebaran bakteri ke bagian tubuh lainnya.

Selain itu, sebisa mungkin hindari melakukan vaginal douche dan membersihkan vagina menggunakan sabun daun sirih.

Sebaliknya, cukup basuh dengan air saja. Meski bisa memberi kesegaran, tapi tetap ada risiko bahaya yang mengikuti setelahnya. Sebab akan membuat pH vagina tidak seimbang, yang nantinya meningkatkan risiko Anda terkena infeksi.

Tidak perlu khawatir karena sebenarnya vagina punya kemampuan alami untuk membersihkan dirinya sendiri. Proses ini melibatkan cairan keputihan vagina yang bertugas untuk membersihkan sekaligus melindungi vagina dari iritasi.

Cara merawat vagina di usia 30-an

Memasuki usia ini, rentan terjadi perubahan hormon yang akan menyebabkan area labia minora menggelap. Faktor pernah melahirkan juga membuat vagina menjadi lebih renggang dan kehilangan sebagian elastisitasnya. Bahkan tak jarang, vagina kadang terasa kering sebagai tanda gejala fisik karena tubuh mulai memasuki masa menopause sementara.

Nah, untuk menyiasatinya, coba mulai terapkan pola makan seimbang demi menjaga kesehatan vagina Anda. Seorang direktur pengobatan disfungsi seksual wanita di Stanford University Medical Center California, Leah Millheiser, MD, menuturkan bahwa makanan kaya probiotik seperti yogurt dapat membantu mencegah infeksi dan masalah lain yang bisa dialami vagina.

Di sisi lain, senam kegel dipercaya bisa bantu merapatkan kembali vagina usai melahirkan. Senam yang punya segudang manfaat positif ini, berperan dalam memperkuat bagian dasar panggul Anda yang mampu mengurangi masalah pada usus, kandung kemih, hingga membuat sesi bercinta terasa lebih nikmat.

Cara merawat vagina di usia 40-an

Menopause pada wanita biasanya terjadi di rentang usia 45-55 tahun. Sebelum masuk ke masa menopause yang sesungguhnya, wanita akan mengalami masa pre-menopause terlebih dahulu.

Kondisi ini ditandai dengan menurunnya kadar estrogen dalam tubuh sehingga membuat dinding vagina jadi lebih kering daripada biasanya. Bagian labia pada vagina juga tampak lebih longgar akibat berkurangnya susunan lemak.

Jika ini terjadi, anda bisa bicarakan dengan dokter untuk penggunaan pelumas vagina yang aman guna mengatasi kekeringan. Selain itu, usahakan untuk menyelipkan waktu lebih untuk sesi pemanasan sebelum berhubungan intim. Anda juga bisa mencoba berbagai posisi baru ketika seks yang memudahkan gerakan bagi sendi dan otot-otot tubuh.

Namun jangan lupa untuk tetap rutin melakukan senam kegel di usia 40-an ini. Para ahli kesehatan juga menganjurkan anda untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur setiap tiga tahun sekali. Dengan tujuan untuk mendeteksi bila ada perkembangan sel kanker dalam leher rahim sehingga bisa segera dilakukan pencegahan.

Cara merawat vagina di usia 50 tahun ke atas

Setelah melewati masa transisi sebelum menopause, kini di usia 50 tahun ke atas anda mungkin telah benar-benar mengalami menopause. Kondisi ini akan memengaruhi jumlah estrogen dalam tubuh yang mengakibatkan ukuran vulva, vagina, serta leher rahim menjadi lebih kecil dan tampak pucat.

Produksi cairan vagina pun akan semakin menurun seiring berkurangnya tingkat estrogen sehingga membuat anda kurang nyaman saat berhubungan seks. Perawatan vagina di usia ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, pastikan anda tetap rutin melakukan mengatur pola makan seimbang, olahraga, periksa kesehatan terutama yang terkait dengan organ intim, buang air kecil usai berhubungan seks, dan lain sebagainya.

Anda juga bisa menambahkan beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengatasi vagina kering, misalnya kedelai, edamame, tahu, serta tempe. Margaret Nachtigall, MD, selaku dosen ginekologi di New York University, menjelaskan bahwa sumber makanan tersebut mengandung isoflavon, yakni senyawa yang menyerupai hormon estrogen.

Terlepas dari perubahan jenjang usia, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter terkait cara merawat vagina yang tepat bila Anda mengalami keluhan yang dirasa tidak biasa pada organ genital ini.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga