Usai Jalani Vaksin MR, Siswa SD di Pasaman Barat ini Idap Penyakit Serius di Sekujur Tubuhnya

Usai Jalani Vaksin MR Siswa SD di Pasaman Barat ini Idap Penyakit Serius di Sekujur Tubuhnya Tampak pada lingkaran merah di tubuh Ahmad Rafa ada lebam-lebam hitam setelaj mendapatkan vaksin MR di Pasaman Barat, Jumat (7/12/2018)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Seorang anak yang bernama Ahmad Rafa (7), Siswa SD 10 Sumba, Ujung Gading, Pasaman Barat menderita penyakit serius di sekujur badannya usai menjalani suntik Vaksin Measles Rubella (MR).

Orangtua korban, Ardiman ketika dikonfirmasi oleh Covesia.com, Jumat (7/12/208) mengatakan Ahmad Rafa warga SMPM Sumba, Ujung Gading ini juga menderita penyakit serius di bagian mata.

"Sekitar tiga minggu lalu anak saya Ahmad Rafa dipaksa oleh pihak Sekolah Dasar 10 Sumba disuntik Vaksin Measles Rubella (MR) tanpa meminta izin kepada kami sebagai orangtuanya. Usai disuntik di bagian tangan kanan, saat itu langsung bercucuran darah," terang Ardiman menceritakan kronologis kejadian itu.

Melihat kondisi siswa tersebut kata Ardiman, pihak sekolah yang diwakili oleh salah seorang guru bernama Ernis mengantarkan anaknya ke rumah dengan kondisi lemas dan pucat. 

"Kami sebagai orangtua tentu terkejut melihat kondisi anak itu. Hari berikutnya mulai muncul lebam menghitam di sejumlah bagian tubuh dan kaki. Muncul bengkak-bengkak berair di bagian badan dan matanya sakit. Kemudian hari ke hari bertambah parah, hingga gusi giginya juga berdarah. Kini anak kami ini kurus dan lemas," ujar Ardiman yang kesehariannya bekerja sebagai buruh sawit.

Menurut pengakuan Ardiman, dirinya sudah beberapa kali mendatangi pihak sekolah untuk meminta pertanggung jawaban atas kondisi anak tersebut. 

"Namun sekolah berkilah itu tanggung jawab pihak Puskesmas Ujung Gading. Kami temui pihak Puskesmas juga tak ada tanggung jawab. Kami dioper-oper ke sana kemari. Semua diduga buang badan setelah korban ini sakit," tuturnya dengan tangis.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat setempat yang mendampingi keluarga korban untuk mencari keadilan, Zawil Huda mengaku kecewa atas sikap pihak sekolah maupun Puskesmas Ujung Gading yang terkesan bungkam terhadap masalah anak tersebut.

"Jadi program Vaksin MR ini tanggung jawab siapa? Kemana anak ini dibawa biar ada yang mengobati. Beberapa hari lalu orangtuanya datang ke rumah dengan isak tangis menceritakan kondisi anak ini yang sudah sakit serius gara-gara Vaksin MR di sekolahnya. Sampai hari ini belum satupun yang mau bertanggung jawab. Kan aneh," ucap Zawil Huda.

Zawil huda juga mengatakan tadi siang juga kembali mendatangi pihak Puskesmas Ujung Gading. Namun bukannya solusi yang didapati malah menantang pihak keluarga korban.

"Tadi sekitar pukul 10.00 WIB pagi, keluarga dan korban didamping Sekretaris Kecamatan Lembah Melintang, Sahrimar menemui Kepala Puskesmas Ujung Gading, Syafrudin. Tetapi bukannya solusi yang didapat, malah korban ditantang untuk menuntut ke manapun dia tidak takut. Kan aneh. Jadi kami meminta semua pihak mendengarkan jeritan keluarga miskin ini. Agar mereka juga mendapat keadilan," katanya.

(eri/don)

Berita Terkait

Baca Juga