8 Cara Lindungi Anak dari Penculikan di Tempat Umum

8 Cara Lindungi Anak dari Penculikan di Tempat Umum ilustrasi foto penculikan anak

Covesia.com - Setiap tahun ada saja kasus penculikan yang diberitakan di berbagai media. Parahnya lagi, kasus penculikan ini memiliki motif yang berbeda-beda sehingga agak sulit untuk dilacak.

Wajar jika anda selalu dirundung rasa cemas dan khawatir ketika anak berada di luar rumah tanpa pengawasan orang dewasa terpercaya. Sebagai orangtua, anda perlu melakukan antisipasi agar kejadian nahas tersebut tidak menimpa buah hati anda. Lantas, bagaimana caranya? Simak tips-tips berikut ini dikutip covesia.com dari laman hellosehat.

Tips jitu melindungi buah hati dari penculikan anak

Ada banyak PR yang harus dilakukan orangtua guna melindungi buah hati anda dari kasus penculikan anak. Cara-cara di bawah ini mungkin tidak dapat menjamin 100 persen anak anda akan terhindar dari penculikan, namun setidaknya mengajarkan anak untuk lebih awas dan berhati-hati di luar sana.

1. Beri pemahaman kepada anak

Untuk menghindari kasus penculikan anak, tak hanya orangtua saja yang harus bekerja ekstra untuk mengawasi si kecil. Anak anda yang notabenya sebagai objek penculikan justru juga harus dilibatkan.

Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberi pemahaman kepada anak tentang kasus-kasus penculikan yang tengah marak saat ini. Akan tetapi, pastikan anda tidak memberikan informasi yang justru membuat mereka merasa ketakukan atau cemas berlebihan. Sampaikan dengan cara yang santai tapi tetap menitikberatkan keseriusan masalah tersebut.

Jangan lupa, beri tahu anak anda tentang cara dasar menghindari dan melarikan diri dari situasi yang berpotensi membahayakan mereka.

2. Pastikan anak anda tahu data dirinya sendiri

Untuk menghindari kasus penculikan anak, ajarkan ke pada buah hati anda untuk mengingat nama lengkapnya sendiri, alamat lengkap rumah (termasuk kecamatan, kelurahan, dan kode pos), dan telepon ayah dan ibu. Beri tahu juga nomor telepon penting lainnya yang sewaktu-waktu bisa dihubungi dalam keadaan darurat, seperti nomor polisi (110).

3. Jangan sebarkan informasi tentang anak di media sosial

Semakin canggihnya teknologi, pastikan anda harus mengimbanginya dengan lebih bijak. Ingat, selain jadi pusat informasi, internet juga bisa jadi tempat mata-mata orang yang mungkin saja ingin berniat jahat terhadap keluarga anda. Jadi, tak menutup kemungkinan kalau kasus penculikan yang kini marak bersumber dari media sosial.

Oleh karena itu, jadikan keamanan online sebagai prioritas. Hindari memposting foto anak-anak anda di media sosial. Terkhusus bagi bagi anda yang sudah memiliki anak remaja, awasi selalu aktivitas mereka ketika menggunakan internet.

Ingatkan mereka untuk tidak memposting informasi pribadi, termasuk nomor telepon anak, alamat rumah, dan alamat sekolah di media sosial.

4. Pilih pengasuh anak dengan hati-hati

Jika tidak memungkin untuk mengajak anak ke kantor, anda bisa menyewa pengasuh atau menitipkan si kecil di tempat penitipan anak. Namun, pastikan anda melakukannya dengan cara yang sangat hati-hati. Sering kali kasus penculikan anak dimulai dari pengasuh yang tidak bertanggung jawab.

Nah, anda tak mau, kan, ada hal-hal buruk yang terjadi untuk buah hati tercinta? Oleh karena itu, cari tahu informasi sebanyak-banyaknya mengenai pengasuh dan tempat penitipan anak dari berbagai sumber, termasuk pada kerabat atau teman anda.

Sewalah pengasuh yang memang sudah terbiasa mengurus anak-anak karena hal ini menunjukkan bahwa mereka sudah berpengalaman dan bisa beradaptasi dengan semua kelakuan anak.

5. Jangan pernah tinggalkan si kecil sendirian!

Dalam kondisi apa pun, pastikan anda tidak pernah meninggalkan si kecil sendirian barang sedetik saja. Pasalnya, beberapa kasus penculikan disebabkan akibat orangtua yang lengah ketika menjaga anaknya. Apalagi jika anda mengajak si kecil jalan-jalan di tempat umum.

Hal ini juga berlaku pada anak yang sudah mulai beranjak besar atau remaja. Namun, tentu saja anda dengan cara yang berbeda. Pada anak yang mulai beranjak remaja, usahakan anda selalu memantau dan mengawasi semua kegiatan yang mereka lakukan. Anda bisa meminta anak anda mengabari setiap kali mereka akan beraktivitas atau pergi ke suatu tempat.

Sebaliknya, anda juga bisa menelepon atau berkirim pesan lewat ponsel untuk sekadar menanyakan keadaanya. Ingat, hal ini bukan sebagai bentuk kekangan, tapi pengawasan. Sampaikan pada anak bahwa cara ini dilakukan semata-mata untuk melindungi mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Setiap orangtua memiliki cara mengawasi anak yang berbeda-beda. Sepakati apa yang paling baik untuk anak dan juga diri anda sebagai orangtua.

6. Ajarkan anak ke pusat informasi

Meski anda tidak berharap terpisah dari anak ketika sedang asyik-asyiknya belanja di swalayan atau mall, pastikan anda selalu menyiapkan kemungkinan terburuk.

Untuk menghindari kehilangan sekaligus penculikan anak di mall atau swalayan, anda bisa mengajarkan mereka untuk berani mencari pusat informasi terdekat di tempat tersebut. Ya, sebagian besar mall atau swalayan biasanya memiliki prosedur darurat untuk menangani anak-anak yang terpisah dari orangtuanya.

Beri tahu anak untuk tetap tenang dan tidak panik ketika tahu dirinya terpisah dari orangtua saat berada di tempat umum. Kepanikan yang muncul pada raut wajah anak kadang kala justru dimanfaatkan oleh sebagain orang untuk berbuat jahat.

Setelah itu, mintalah anak segera menghampiri petugas informasi atau satpam terdekat agar petugas tersebut menginformasikan kalau ia terpisah dari anda. Bila perlu, anak anda juga bisa meminta petugas untuk menghubungi nomor telepon anda atau pasangan.

7. Minta anak untuk tidak berinteraksi dengan orang asing

Ajari anak anda agar tidak menerima permen atau hadiah dari orang asing yang tidak mereka kenal. Selain itu, ajari juga anak anda agar tidak pergi ke mana pun dengan orang yang tidak ia kenal, meski orang tersebut terlihat baik-baik dan tampak menyenangkan.

Sampaikan pada anak untuk mengatakan ‘tidak’ kepada siapa pun ketika ada orang yang meminta mereka melakukan hal-hal yang menurut anda salah, atau menyentuh mereka dengan cara yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

Ajarkan juga anak anda untuk tidak sembarangan ketika naik mobil atau motor. Pastikan anak tahu mobil/motor siapa yang boleh mereka tumpangi dan siapa yang tidak. Mintalah anak untuk menjauh dari mobil apa pun yang berhenti di samping mereka dan dikendarai oleh orang asing, bahkan jika orang itu terlihat bingung.

Selain itu, buatlah kode khusus untuk setiap anggota keluarga (meliputi pengasuh dan supir jika ada) dan ingatan anak-anak untuk tidak memberi tahu kode tersebut pada siapa pun. Misalnya, anak hanya boleh naik kendaraan ketika pengemudi memanggil nama rumah mereka. Mintalah anak untuk lari dan berteriak jika seseorang mengikuti mereka atau mencoba memaksa mereka masuk ke mobil.

8. Pintu rumah pastikan selalu terkunci

Jika anda memiliki anak remaja di rumah, mintalah mereka untuk selalu mengunci pintu atau jendela di rumah rapat-rapat. Sampaikan juga pada anak untuk tidak memberi tahu siapa pun yang mengetuk rumah atau menelepon bahwa anak sedang sendirian di rumah.

Agar lebih aman, anda juga bisa pasang CC TV di bagian-bagian rumah yang rawan, misalnya pagar depan atau belakang rumah.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga