Sering Unggah Foto Seksi, Izin Praktik Dokter Cantik di Myanmar Ini Dicabut

Sering Unggah Foto Seksi Izin Praktik Dokter Cantik di Myanmar Ini Dicabut ilustrasi (foto: Pixabay)

Covesia.com - Nang Mwe San, dokter di Myanmar, dicabut izin praktiknya oleh aparat berwenang setempat karena kerap mengunggah foto-doto seksi di akun Facebook miliknya.

Sang dokter menyatakan bakal melawan keputusan tersebut karena dianggapnya tak adil. Sebab, Nang Mwe San juga berprofesi sebagai model.

Dikutip dari suara.com, Senin (17/6/2019), izin praktik dokter Nang Mwe San dicabut oleh Dewan Medis Myanmar sejak tanggal 3 Juni.

Dalam surat pencabutan izin praktik tersebut, disebutkan alasan mengenai dokter Nang Mwe San kerap berpakaian seronok dan tak sopan.

Melalui akun Facebook miliknya, Dokter Nang Mwe San mengunggah foto-foto dirinya memakai pakaian dalam, bikini, ataupun gaun ketat serta pakaian tradisional Myanmar.

Sang dokter sebenarnya sudah tak lagi berpraktik sejak dua tahun silam, karena sibuk meniti karier sebagai foto model.

Dengan  demikian, pencabutan izin tersebut membuat Dokter Nang Mwe San tak lagi bisa berpraktik untuk ke depannya.

“Aku benar-benar terkejut seklaigus sedih. Aku telah berjuang dalam periode panjang untuk menjadi dokter. Apakah aku memakai baju seksi ketika praktik menangani pasien? Tidak pernah!” kata Nang Mwe San. 

Dokter Nang Mwe San memastikan bakal mengajukan banding untuk menganulir surat pencabutan izin praktiknya.

“Sangat banyak persoalan etiket pada sektor medis di Myanmar. Aku berharap, dewan tak mengurus masalah sepele seperti ini, dan mengurus profesi model saya,” tukasnya.

Shunn Lei, jurnalis majalah beraliran feminis di Myanmar Rainfall, menilai kasus dokter Nang Mwe San adalah  contoh pemerintah negeri tersebut masih mengontrol tubuh perempuan.

"Tubuh perempuan seolah-olah milik orang lain dan negara, inilah seksisme dan mengakar di Myanmar yang patriarkis. Setiap ada perempuan yang berpose dan dianggap seksi menurut ukuran mereka, dicap menyalahi budaya Myanmar. Padahal, apa itu budaya Myanmar, ada yang tahu?” kata Shunn Lei berpolemik.

(sumber: suara.com)

Berita Terkait

Baca Juga