Upaya Melindungi Hak Anak, KPAI Dorong IDAI Jalin Kemitraan Dengan Berbagai Pihak

Upaya Melindungi Hak Anak KPAI Dorong IDAI Jalin Kemitraan Dengan Berbagai Pihak Komisioner KPAI, Sitty Hikmawatty (Doc Covesia)

Covesia.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk membentuk dan meningkatkan kegiatan kemitraan dengan berbagai pihak, dalam upaya melindungi hak anak dan remaja.

"Pertama kami dari KPAI mengucapkan sepamat memperingati Hari Ulang Tahun IDAI ke 65. Kemitraan itu perlu dijaga dan dibangun dengan berbagai pihak sebagai stakeholder. Salah satu kegiatan kemitraan terdekat yang telah dilakukan oleh organisasi profesi medis  ini yaitu antara lain, bekerja sama dengan KPAI dalam menangani korban akibat kejadian tanggal 22-23 Mei yang baru lalu di Jakarta," terang Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty kepada Covesia.com, Rabu (19/06/2019).

Sitti Hikmawatty mengatakan kerjasama KPAI-IDAI sebelumnya, memang telah terjalin secara baik, antara lain pada saat kerjasama mengawal revisi Peraturan Presiden (Perpres) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar lebih ramah anak, serta pada penanganan maupun pengawasan advokasi kebijakan kesehatan agar lebih ramah anak. 

"Selain dukungan resmi yang disampaikan melalui surat oleh Ketua umum IDAI dan Sekjen IDAI, juga secara aktif melalui Satgas Perlindungan Anak IDAI, terlibat dalam beberapa rapat koordinasi dalam penanganan korban. Juga melakukan pemeriksaan kesehatan langsung pada anak-anak yang masih berada di Rumah aman kementerian Sosial atau yang biasa dikenal dengan Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani, yang saat ini masih ada sebanyak 41 orang," katanya.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan tersebut kata dia, secara umum kondisi fisik 41 anak sudah mencapai pemulihan. "Hanya sebagian kecil saja yang mengaku sedikit bermasalah dengan kulit hingga sering merasa gatal-gatal, dan dua orang masih mengkonsumsi obat dokter karena sakit yang memang di derita sebelum masuk di balai ini," tambahnya.

Rencananya kata dia, beberapa anak yang telah mendapatkan diversi dengan masa rehabilitasi satu bulan akan kembali ke rumah orang tuanya sebelum akhir Juni 2019 ini.

"Sementara yang mendapatkan diversi dengan masa rehabilitasi enam bulan dalam pantauan KPAI, telah mulai mendapatkan kunjungan dari BAPAS untuk dilakukan Litmas (Penelitian Masyarakat), yang akan digunakan sebagai bagian evaluasi penanganan rehabilitasi, dan beberapa anak lainnya segera menuntaskan sidang diversinya," katanya.

Dalam momen perayaan HUT-nya kali ini kata dia, IDAI akan menyelenggarakan seminar media dengan tema Bersama Lindungi Hak Anak dimana KPAI juga terlibat. Kegiatan ini sedianya akan dilaksanakan hari Rabu, 19 Juni 2019, pukul 10.00-12.00 WIB di Gedung IDAI, Jl Salemba 1 No 5 Jakarta Pusat.

"Dirgahayu Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bersama kita lindungi hak anak Indonesia, untuk Kepentingan terbaik mereka," tutupnya.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga