Ternyata Enam Tindakan Ini, Secara Tak Langsung Moms Lakukan Kekerasan Verbal Terhadap Anak

Ternyata Enam Tindakan Ini Secara Tak Langsung Moms Lakukan Kekerasan Verbal Terhadap Anak Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Covesia.com - Tepat hari ini, Selasa (23/7/2019) merupakan Hari Anak Nasional, sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1984. Berbicara perihal anak, tidak akan pernah terlepas dari orangtua.

Orangtua adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, khususnya ibu. Bahkan begitu dekatnya ibu dan anak ada pepatah yang mengatakan “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Bagaimana masa depan seorang anak akan dipengaruhi oleh orangtuanya.

Berikut covesia tuliskan hal-hal yang sebaiknya dihindari orangtua agar anaknya tidak mengalami kekerasan verbal dari keluarganya. Bila masih dilakukan dikhawatirkan sang anak akan terganggu baik mental, kesehatan maupun pola pikirnya.  

Jangan memberi label

Kebiasaan kebanyakan orangtua adalah melabeli anaknya dengan perilaku yang sering si anak lakukan atau kerjakan. Seperti, sang anak memiliki sifat pelupa dan orangtua tak segan-segan mengatakan, “Kenapa pelupa sekali, bodoh sekali” dan kata-kata yang tak enak didengar oleh sang anak. Hal ini berpengaruh pada mental si Anak.

Begitupun dengan meremehkan, mengupat dan mempermalukannya dengan menjudge “Dasar anak nakal,” dan perkataan-perkataan yang tak membangun lainnya.

Menolak dan mengabaikan anak

Anak sangat butuh perhatian dan kasih sayang dari keluarganya terutama orangtua. Tak sedikit orangtua yang merasa bila sudah mencukupi kebutuhan anaknya seperti jajan, barang-barang yang diinginkan maka itu sudah cukup. Padahal anak ingin mendapatkan lebih. Seperti waktu untuk bersama, bermain dan bercerita. Pada akhirnya anak merasa tak dianggap dan tak dibutuhkan.

Mengancam melakukan kekerasan fisik

Tak sedikit anak-anak yang rewel dan manja pada orangtuanya. Namun bukannya mendapatkan yang diinginkan si Anak orangtua malah memberikan teriakan, ancaman bahkan kekerasan fisik seperti memukul. Pada dasarnya anak akan patuh pada orangtuanya bila dididik dengan benar.

Menyalahkan anak

Menjadi seorang kakak dengan usia yang masih kecil kadang memiliki beban tersendiri. Ada tanggungjawab untuk memastikan sang adik baik-baik saja bila jauh dari orangtua. Namun di beberapa kesempatan anak bisa menjadi depresi dan terganggu mentalnya bila disalahkan oleh orangtuanya akibat kekeliruannya. Namanya anak kecil orangtua hendaknya paham harus seperti apa memperlakukannya. Apabila terlontar umpatan dan menyakiti hati si anak, orangtua jugalah yang akan kesulita. “Kamu ceroboh menjaga adikmu saja kamu tak bisa, kamu kakak seperti apa,” padahal mungkin saja dia sudah maksimal. Andai[pun ingin ditegur, perlakukanlah sebagaimana mestinya jangan sesekali menyalahkan si anak seutuhnya.

Membanding-bandingkannya dengan saudaranya

Siapapun tak suka dibanding-bandingkan, termasuk anak-anak. Akan ada beban tersendiri bila ia dibandingkan dengan saudaranya yang lain ataupun dengan temannya. Kekerasan verbal yang satu ini akan membekas lama di hati seorang anak. Bisa jadi hubungannya yang baik dengan saudaranya menjadi buruk karena dibanding-bandingkan itu.

Sering bertengkar dengan pasangan

Bertengkar dengan pasangan ternyata turut mempengaruhi mental dan kejiwaan seorang anak. Kedua orangtua harus memperhatikan hal ini karena anak pada posisi peniru. Apa yang dilakukan oleh orangtuanya bisa saja dia tiru. Berapapun besar masalah anda, usahakan jangan bertengkar di depan anak-anak.

Penulis: Laila Marni

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga