Kebiasan ini Sering Dianggap Sepele, Namun Bisa Picu Hipertensi

Kebiasan ini Sering Dianggap Sepele Namun Bisa Picu Hipertensi ilustrasi

Covesia.com - Tekanan darah tinggi yang juga dikenal dengan istilah hipertensi, merupakan salah satu kondisi kesehatan yang cukup sering ditemui. 

Seseorang dengan hipertensi memiliki peningkatan risiko untuk mengalami stroke hingga 4 kali lipat, dan serangan jantung hingga 2 kali lipat, bila dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tekanan darah normal. Semakin tinggi tekanan darah seseorang, semakin tinggi juga risiko terjadinya berbagai penyakit tersebut.

Penyakit hipertensi yang berlangsung lama yang tidak terkontrol dan tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan gejala kerusakan pada organ tubuh, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal.

Berbagai hal dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi. Oleh sebab itu, untuk mencegah hipertensi penting sekali untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena hipertensi.

Selain makanan, ada kebiasaan tertentu yang ironisnya banyak dilakukan orang tapi sebenarnya bisa memicu hipertensi. Di bawah ini adalah beberapa kebiasaan sering dilakukan orang yang bisa menjadi penyebab munculnya hipertensi:

Merokok 

Merokok buruk bagi kesehatan jantung karena bisa meningkatkan tekanan darah. Merokok dapat meningkatkan ritme detak jantung, membuat arteri rusak dan terjadi penyempitan darah. Bahkan bisa juga menyebabkan timbulnya penggumpalan darah.

Beberapa orang ada yang mengatakan, “Merokok tidak berdampak apa-apa bagi kesehatan, yang memengaruhi kesehatan itu masalah hati dan pikiran (stres)”. Jadi begini perlu kami luruskan dalam artikel ini, pendapat itu memang ada sedikit benarnya. Tapi jika seseorang itu sanggup hanya merokok satu batang saja per minggu (tidak lebih).

Namun dalam kenyataannya, merokok justru bisa menyebabkan seseorang menjadi ketagihan atau pecandu. Sehari bahkan bisa menghabiskan sampai 5 bungkus rokok. Organ dalam tubuh setiap menitnya disisipi dengan material asap yang mengandung nikotin.

Karena organ dalam tubuh sifatnya cenderung basah, maka asap-asap tersebut tidak bisa keluar, alias menempel di organ-tubuh misalnya paru-paru dan jantung. Apapun yang berlebihan, pasti efeknya tidak baik bagi keseimbangan tubuh.

Minum alkohol secara berlebihan

Asupan alkohol moderat atau yang tidak membahayakan kesehatan tubuh maksimal dua cangkir per hari jika anda laki-laki dan secangkir per hari jika anda adalah seorang wanita. Lebih dari itu buruk untuk sistem kardiovaskular karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Mengonsumsi banyak alkohol dalam satu waktu dapat menyebabkan darah langsung melonjak naik sementara, dan akan kembali normal setelah efek alkohol tersebut habis. Namun, para ahli mengatakan bahwa tekanan darah dapat tetap meningkat jika seseorang terus-terusan minum alkohol dalam jumlah berlebihan.

Minum kopi

Bukan rahasia lagi bahwa kafein yang ditemukan dalam kopi adalah stimulan, dan inilah alasan mengapa meminumnya dapat menyebabkan kewaspadaan mental dan beberapa gejala yang tidak menguntungkan seperti jantung berdebar, gugup, meningkatnya keringat, pusing dan insomnia.

Para ahli mengatakan bahwa minum banyak kopi sebenarnya dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan. Untuk menangkis masalah yang berkaitan dengan jantung, sebaiknya batasi asupan kopi hingga 2 hingga 3 gelas per hari.

Gaya hidup buruk 

Memang benar bahwa tekanan darah kita dapat meningkat selama dan segera setelah berolahraga. Namun akan langsung kembali ke kisaran normal dengan segera dan tubuh juga jadi lebih sehat. Lebih dari itu, olahraga secara teratur justru dapat memperkuat jantung dan sistem kardiovaskular yang lain, sehingga menangkal tekanan darah tinggi.

Kurang aktif secara fisik, di sisi lain, juga dianggap sebagai faktor risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Bahkan bisa menyebabkan kematian mendadak.

Makan tidak sehat

Seperti kita ketahui, pola makan yang cenderung tinggi sodium dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Inilah alasan mengapa orang dengan hipertensi atau penyakit jantung sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi sodium.

Selain itu, mengonsumsi banyak makanan manis juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Bahkan juga bisa menyebabkan terjadinya peradangan (badan sering sakit tidak jelas) dan kenaikan berat badan yang berlebihan.

Efek obat-obatan tertentu

Apakah anda sering mengonsumsi obat-obatan antiinflamasi non-steroid atau NSAID (naproxen, ibuprofen, dll.) setiap kali merasakan ada sesuatu yang sakit. Maka jangan heran jika tensi darah langsung naik tidak seperti biasanya . Seperti dikatakan oleh dokter bahwa NSAID sebenarnya dapat meningkatkan tekanan darah secara drastis.

Beberapa obat untuk keperluan masalah mental, sistem kekebalan tubuh dan kanker juga dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga penggunaannya harus benar-benar diawasi oleh dokter atau ahli kesehatan yang berkompeten.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga