Putra Pertamanya Berkebutuhan Khusus, ini Alasan Dian Sastro Baru Ungkap ke Publik

Putra Pertamanya Berkebutuhan Khusus ini Alasan Dian Sastro Baru Ungkap ke Publik Sumber: instagram.com/therealdisastr

Covesia.com - Untuk pertama kalinya, Dian Sastro mengaku pada publik bahwa putranya terdiagosis autisme saat menghadiri konferensi pers "Special Kids Expo (SPEKIX) 2019 di Jakarta pada Jumat (23/8/2019).

Dikutip dari Antara, Sabtu (24/8), dalam acara itu, Dian mengaku dia terbuka akan kondisi putranya. Dia bahkan berbagi pada audiens guru mana yang mendiagnosa kondisi anaknya dan bagaimana cara menolong anak yang terdiagnosa autisme bisa mandiri secara sosial.

"...secara publik aku baru cerita sekarang. Aku mau kasih sharing positif kalau mau kasih pertolongan dia bisa mandiri secara sosial, akademis," kata Dian.

Menurut perempuan yang populer melalui perannya sebagai Cinta dalam film "Ada Apa Dengan Cinta" itu, seorang ibu cenderung memiliki insting spesial pada anak-anaknya, termasuk mendeteksi dini autisme.

Saat menemukan ciri-ciri tertentu, dua di antaranya sang anak tak bisa melakukan kontak mata dan tidak menunjukan atensi sosial, sebaiknya segera periksakan kondisi anak pada dokter anak.

"Langsung periksain, ini insting ibu. Suamiku masih denial sampai dua tahun kemudian. Setelah itu dia baru tahu (kondisi anaknya)," tutur Dian.

"Aku ingin orang terbuka saja jika anak punya kebutuhan khusus. Kalau kita tolong dari kecil, saat sekolah dasar dia sudah dianggap enggak terlalu berbeda sama anak lainnya," papar Dian.

Dian mengatakan, tak mudah mengasuh anak dengan autisme, salah satunya menghadapi tingkah janggalnya misalnya menepuk tangan berulang kali, memainkan satu mainan hingga tiga jam.

"Dulu rasanya, kayak sedih. Aku ingin jadi orang tua ingin bonding sama anakku. Saat dia belum bisa komunikasi dengan baik. Kapan dia tahu aku sayang sama dia," tutur Dian.

Terlebih jika tak ada dukungan dari keluarga. Pada tahun-tahun pertama, dia masih berusaha mengupayakan diri dan keluarganya kuat.

"Aku manage kekuatan orang-orang di sekitar. Aku tenangin diri, "memang begini kok", "aku masih proses edukasi. Enggak apa-apa memang ini lelah," kata Dian.

Putra pertama Dian kini sudah berusia delapan tahun dan perkembangan kemampuannya semakin baik baik secara akademis maupun sosial karena sudah melalui terapi mulai dari okupasi hingga bicara.

Sang putra kini sudah mampu melakukan berbagai hal yang dulu dia tak bisa lakukan semisal berkomunikasi dan berargumen.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga