Benarkah Menjadi Freelancer Lebih Enak?

Benarkah Menjadi Freelancer Lebih Enak Freelance (Source: Internet)

Covesia.com - Setiap orang memiliki karakter masing-masing. Termasuk dalam memilih tipe pekerjaan. Mungkin ada yang senang kerja kantoran, ada juga yang senang kerja di rumah. Simplenya, ada yang senang menjadi karyawan dan ada yang lebih nyaman kerja sebagai freelancer.

Namun, karena rumput tetangga selalu lebih hijau, setiap tipe pekerjaan ini pasti akan memandang tipe pekerjaan lainnya lebih enak.

Freelancer disebut-sebut lebih nyaman dibanding menjadi karyawan. Benarkah?

Gaya Hidup Freelancer, Gaya Hidup Hemat

Memiliki perkerjaan tetap dengan gaji yang tetap membuat kamu lebih bebas dalam membelanjakan uang yang kamu miliki. Namun, jika kamu seorang freelancer, tidak demikian.

Bulan ini mungkin proyekmu banyak dan kamu dapat penghasilan lebih. Tapi, bulan depan bisa jadi sepi job. Alhasil, pendapatan pun berkurang dibanding biasanya. Hal-hal ini harus bisa diatasi oleh seorang freelancer agar finansial tetap stabil. Oleh karena itu, gaya hidup hemat lebih disarankan.

Gaya hidup hemat bisa diterapkan dengan memberikan porsi yang lebih besar untuk menabung. Kalau kamu berhasil mengutamakan kebutuhan berdasarkan keinginan, porsi untuk menabung pasti tidak akan berkurang.

Demi stabilitas finansial dan tabungan yang tetap terisi, freelancer juga harus pintar memilih job. Bukan berdasarkan tawaran harganya saja, tapi juga jangka panjangnya. Mana yang lebih baik: satu proyek dengan  nilai  tinggi atau yang harganya standar tapi reguler setiap bulan ada?

Berhubungan dengan gaya hidup tersebut, mungkin kamu juga akan menghadapi sedikit dilema. Terlebih jika orang terdekat seperti teman dan sahabat yang kurang mengerti dengan pekerjaan ini memaksa kamu untuk tetap menjalani gaya hidup sebelumnya seperti saat kamu kerja kantoran. Misalnya, nongkrong atau ngopi di café.

Tidak ada salahnya memang, apalagi jika kamu penulis freelance yang sering mencari inspirasi di tempat-tempat seperti itu. Tapi, biaya sekali ngopi yang tidak sedikit itu harus kamu pertimbangkan. Mending dipakai ngopi atau ditabung?

Urus Segala Sesuatu Sendiri

Menjadi karyawan swasta memiliki keuntungan tersendiri dalam hal kepemilikan fasilitas-fasilitas yang diberikan perusahaan kepada pegawainya. Tidak terkecuali dalam mendapatkan asuransi. Terkecuali asuransi BPJS ya, kamu bisa dapat itu meski bukan karyawan.

Kepemilikan asuransi seorang karyawan dari mulai pendaftaran hingga pembayaran premi per bulannya bahkan diurus perusahaan tersebut. Terlebih, jika kita merupakan karyawan tetap.

Lain sekali dengan freelancer. Sebagai orang yang tidak terikat dengan perusahaan tertentu, maka segala sesuatunya harus diurus sendiri. Tapi, memang penting ya asuransi untuk seorang freelancer?

Jatuh sakit, terkena penyakit, atau kecelakaan waktunya tidak pernah terduga. Memang seharusnya menjadi seorang freelancer bisa lebih sehat dibanding menjadi karyawan. Jam kerja fleksibel, kerja nyaman di rumah, serta bisa istirahat dan makan kapan saja. Tapi, ternyata tidak  demikian.

Ketika menemui banyak deadline, tidak jarang para freelancer seharian bekerja. Makan dan istirahat tidak tepat waktu. Sehingga, kesehatan pun tidak terjaga.

Dalam mobilitas pekerjaan, beberapa freelancer tetap harus turun langsung ke lapangan. Hal buruk yang bisa jadi saat perjalanan tersebut menjadi resiko yang harus selalu diwaspadai. Oleh karena itu, freelancer tetap perlu back-up yang setidaknya bisa mengurangi rasa waspada ini.

Berusaha menjaga daya tahan tubuh hingga berhati-hati selama perjalanan saja ternyata belum cukup. Tambahan dengan polis asuransi, entah itu asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa dan kendaraan sangat disarankan.  Kalau bingung cari asuransi, kamu bisa cek di situs seperti Lifepal

Manfaat polis ini mendukung kita dalam masalah pembiayaan. Tahu sendiri kan betapa mahalnya biaya rumah sakit saat ini? Belum pemeriksaannya, belum obatnya, apalagi jika harus rawat inap. Begitu juga jika kerusakan dialami kendaraan. Baret sedikit saja yang kena perbaikan se-body kendaraannya.

Kalau ikut asuransi tersebut, tanggungan biaya terasa lebih ringan. Bahkan, tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali. Tapi, ini tergantung asuransi yang kamu pilih. Jadi, diperlukan kecermatan dan punya pemahaman mengenai informasi asuransi yang akurat.

Memilih jenis asuransi bagi freelancer harus lebih bijak, mengingat kondisi keuangan yang berbeda dengan tipe pekerjaan lainnya. Pertimbangkan manfaat polis yang paling sesuai kebutuhan dengan premi asuransi yang juga masih ramah di kantong. Premi adalah iuran yang harus dibayarkan selama jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan dengan agen asuransi.

Dengan kecermatan dalam menyimpan uang dan memilih asuransi, jadi karyawan atau freelancer tetap tidak ada bedanya kok. Sama-sama bekerja, sama-sama berpenghasilan, dan sama-sama memiliki perlindungan diri!

(ppl)

Berita Terkait

Baca Juga