Ini Waktu Pacaran yang Ideal Menurut Para Ahli Sebelum Putuskan untuk Menikah

Ini Waktu Pacaran yang Ideal Menurut Para Ahli Sebelum Putuskan untuk Menikah ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Bagi anda yang sedang menjalin kasih, baik yang baru berjalan seumur jagung atau sudah bertahun-tahun lamanya, pertanyaan ini nampaknya akan selalu hadir di benak anda. Ya, karena pada dasarnya pernikahan bukanlah hal yang bisa dianggap enteng.

Rachel A. Sussman, seorang pakar hubungan di Sussman Counseling di New York, menjelaskan bahwa empat tahun dianggap sebagai masa pacaran yang ideal untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.

Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian dari Emory University, yang dilakukan pada lebih dari 3.000 orang yang telah menikah. Tujuannya untuk mencari tahu berapa lama waktu pacaran dan usia pernikahan mereka sekarang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang berpacaran dua tahun memiliki peluang perceraian yang lebih rendah ketimbang dengan pasangan yang hanya berpacaran selama satu tahun. Bahkan, peluang perceraian akan semakin menurun hingga 50 persen bagi mereka yang melewati masa pacaran selama tiga tahun atau lebih.

Memang tidak ada patokan berapa lama masa pacaran yang ideal. Namun jika dilihat dari survei dan penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa semakin lama waktu pacaran, semakin rendah kemungkinan pasangan untuk bercerai di kemudian hari.

Alasannya, karena semakin lama anda menjalin hubungan, maka kemungkinan anda lebih besar untuk mengenal dan memahami pasangan. Begitu pula sebaliknya.

Bagaimana kalau waktu pacaran terbilang singkat?

Tidak sedikit pasangan yang memutuskan untuk segera menikah, meskipun baru menjalani masa pacaran yang sebentar. Apakah ini menjamin keduanya telah saling mengenal cukup baik?

dikutip covesia dari laman hellosehat, Terri Orbuch, Ph.D, seorang profesor di Oakland University sekaligus penulis buku berjudul 5 Simple Steps to Take Your Marriage From Good to Great, mengungkapkan bahwa sangat mungkin pasangan yang baru sebentar pacaran belum mengenal satu sama lain secara utuh.

Jika anda mengalami hal ini, coba tanyakan beberapa hal yang sekiranya bisa mengevaluasi diri anda dan pasangan. Misalnya mengenai rasa saling percaya antara anda dan pasangan, sejauh mana anda dan pasangan bisa sama-sama menyelesaikan masalah yang hadir, serta seberapa besar rasa saling memiliki tumbuh dalam diri anda berdua.

Menurut Orbuch, biasanya cukup sulit untuk membangun kepercayaan serta benar-benar mengenal kepribadian pasangan lebih dalam, bila hanya dilakukan dalam waktu yang singkat.

Akan tetapi kembali lagi, jika anda dan pasangan sudah bisa saling memegang dan menjaga komitmen yang telah dibuat bersama, nantinya pernikahan anda juga tidak kalah harmonis dengan pasangan yang menjalani masa pacaran cukup lama, kok.

Sebenarnya, waktu menikah itu tergantung kesiapan diri setiap orang

Meski begitu, sebenarnya keputusan untuk menikah tidak semata-mata didasari oleh waktu pacaran anda. Pacaran yang lama maupun sebentar, tidak bisa dijadikan tolak ukur kelanggengan rumah tangga anda kelak. Sebab pada dasarnya, perceraian dan konflik rumah tangga lainnya merupakan masalah sosial yang sulit diukur hanya dengan angka.

Daripada harus pusing memikirkan masa pacaran yang ideal, lebih baik tanyakan kembali pada diri anda dan pasangan sudah siap atau belum untuk mengarungi bahtera rumah tangga nantinya.

Jika anda dan pasangan sudah sama-sama mantap untuk melanjutkan ke tahap yang lebih serius, kenapa tidak? Namun bila anda masih perlu sedikit waktu, tentu tidak masalah untuk kembali mencoba lebih memantapkan hati.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga