Doyan 'Nyinyir' di Media Sosial, Mungkin Anda Mengalami ini

Doyan Nyinyir di Media Sosial Mungkin Anda Mengalami ini ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Nyinyir identik dengan perilaku ‘masyarakat’ dunia maya alias warganet. Di kolom komentar media sosial banyak terdapat kalimat menuduh, menghujat, dan sindiran yang dilontarkan untuk pemilik akun tanpa memahami kondisi.

Bicara soal perilaku tersebut, banyak yang mengaitkan nyinyir di media sosial dengan tanda seseorang rendah diri.

Kegagalan dari coping mechanism

Sebelum membenarkan hal tersebut, dr. Sepriani Timurtini Limbong dikutip covesia dari KlikDokter menjelaskan soal perilaku nyinyir itu sendiri.

Di dalam dunia sosial, ada hal yang disebut dengan coping mechanism. Ini adalah strategi yang sering digunakan orang untuk menyesuaikan dirinya dengan peristiwa-peristiwa yang bisa memicu stres.

“Nah, apabila hasil dari coping mechanism itu gagal, maka akan muncul defense mechanism. Misalnya, seorang ayah di kantor sering kali dimarahi oleh atasannya. Alhasil, amarah tersebut dibawanya ke rumah. Ketika di rumah, dia meluapkannya kepada istrinya karena istrinya lebih inferior (lemah),” jelas dr. Sepriani. 

“Meski istri awalnya memahami kelelahan yang dialami suami, toh pada akhirnya, istri melampiaskan emosi negatifnya kepada pihak yang lebih inferior lagi, yaitu anak. Alhasil, anak yang turut membawa emosi itu akan melampiaskannya kepada teman di sekolahnya yang lebih lemah (bullying). Begitu seterusnya,” dr. Sepriani menambahkan. 

Mencari ‘energi’ dengan menghujat

Lalu, apa hubungannya dengan perilaku nyinyir? Menurut dr. Sepriani, bisa saja orang yang sering nyinyir di media sosial juga pernah mendapatkan perilaku serupa di masa lalu.

Dia pun melampiaskannya kepada orang lain, dalam hal ini orang yang lebih lemah darinya atau orang yang tidak dia kenali agar dia mudah ‘melarikan diri’. Salah satu yang sering dijadikan sasaran adalah akun artis atau tokoh publik lainnya. 

Ketika seseorang merasa rendah diri, mereka berpotensi mencari peningkatan kepercayaan dirinya dengan cara mencari-cari kesalahan dan menghujat orang lain. Kesedihan yang dirasakan si orang yang dihujat akan menjadi ‘energi’ tersendiri bagi si pelaku. Semakin sedih respons korban, makin senang si pelaku.

Karena itu, ketika korban cenderung tidak peduli terhadap olokan atau nyinyiran, sang pelaku biasanya akan kesal dan mencari-cari perhatian korban. Dengan begitu, benar adanya bahwa orang yang suka nyinyir cenderung punya tingkat kepercayaan diri yang rendah. 

Selain tidak digubris, pelaku biasanya juga akan semakin rendah diri apabila si korban melakukan tindakan sekakmat kepada si pelaku. Misalnya, dia memberikan sejumlah data yang membuktikan bahwa si pelaku salah, menempuh jalur hukum, atau menantangnya untuk berhadapan secara langsung, bukan di media sosial. 

Apa yang mesti dilakukan saat menerima komentar nyinyir?

Selain mendiamkan dan membalas dengan cerdik untuk membungkam pelaku nyinyir, masih ada beberapa cara lagi yang bisa anda lakukan, yaitu:

Tetaplah berbuat baik. Biasanya, orang yang nyinyir akan bosan sendiri ketika lawannya tetap berbuat baik. Itu berarti, komentarnya tak mempan untuk menjatuhkan si korban. Nyinyiran itu justru bisa anda jadikan motivasi untuk menunjukkan hal-hal yang sebaliknya.  

Kalau bisa, menjauhlah dari orang tersebut jika dia berada di dekat anda. Menjauh bukan berarti kalah, tapi itu hanya langkah mudah untuk mencegah anda dari paparan aura negatif para pelaku nyinyir.  

Jadikan ucapan nyinyir yang dilontarkan orang lain sebagai sesi pembelajaran untuk anda menerima diri sendiri. Penerimaan anda terhadap diri sendiri (love yourself) akan membuat anda semakin tidak peduli terhadap komentar-komentar negatif alias bebas stres! 

Buat yang sering mendapat komentar nyinyir di media sosial, cobalah untuk melakukan beberapa hal yang sudah dianjurkan agar anda tak jadi depresi. Bagi anda yang punya hobi nyinyir, lebih baik hentikan kebiasaan tersebut sekarang juga. Itu hanya menandakan bahwa ada yang tak beres dari diri anda, yakni rendah diri.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga