7 Cara Kenali Tanda Bayi Lapar yang Perlu Anda Ketahui

7 Cara Kenali Tanda Bayi Lapar yang Perlu Anda Ketahui ilustrasi foto: Pixabay

Covesia.com - Mungkin sulit sekali menerka maksud dari tangisan dan gerak-gerik bayi. Bagaimana sih caranya mengetahui tanda bayi lapar? Apakah selalu melalui tangisan? Ternyata, hal tersebut belum tentu tepat.

Tangisan bayi memiliki arti yang bermacam-macam. Bagi anda yang masih bingung, simak penjelasannya di bawah ini dikutip covesia dari laman Klikdokter.

Bayi menangis pertanda lapar?

Menangis merupakan satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Lapar, merasa sendirian, ingin dipeluk, popok basah, atau merasa bosan akan ditunjukkan dengan menangis. Namun, bila bayi sampai menangis terus-menerus, bisa jadi merupakan tanda lapar yang paling terakhir. 

Sebenarnya, sebelum menangis bayi sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa ia merasa lapar. Idealnya, anda segera memberi si Kecil makan ketika tanda pertama muncul. Sebenarnya, memberi makan bayi pada saat lapar akan membuatnya lebih tenang. Si Kecil jadi tak mudah rewel. 

Namun, jangan hanya mengacu pada tangisan lapar tersebut. Beberapa bayi lebih memilih tidur ketika merasa lapar. Selain itu, bayi yang baru lahir juga tidak otomatis terlahir dengan rasa lapar. 

Rasa lapar biasanya baru muncul pada hari ketiga usia bayi. Itu sebabnya, pada masa-masa tersebut Anda harus membuat jadwal mengonsumsi ASI bayi. Setiap 2-3 jam Anda harus membangunkan bayi supaya tidak kelaparan atau dehidrasi. Dengan demikian, bayi akan berenergi serta tidak lemas atau banyak tidur. 

Tanda bayi lapar

Selain menangis, ada beberapa tanda bayi lapar yang perlu anda ketahui. Berikut ini adalah beberapa tandanya.

  1. Saat bayi ingin menyusu, ia akan memasukkan tangan mungilnya ke dalam mulut.
  2. Bayi terbangun dari tidurnya dan tampak waspada. Hal ini dapat menjadi tanda awal bahwa si Kecil ingin menyusu. 
  3. Bayi menunjukkan refleks untuk menyusu dengan menggerak-gerakkan mulutnya untuk mencari puting. 
  4. Menggerakkan-gerakkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain.
  5. Ia akan menengokkan kepalanya ke arah payudara ketika Anda menggendongnya.
  6. Mengeluarkan suara seperti menghela napas atau merengek.
  7. Si Kecil terlihat gelisah dan sering menggeliat.

Setelah beberapa tanda awal tersebut, jika bayi tidak disusui, maka biasanya bayi akan menangis. Sebisa mungkin, jangan menunggu sampai bayi menangis dengan kencang dan sangat gelisah untuk disusui. Pada saat bayi menangis dengan gelisah, biasanya ia sulit untuk mencari puting saat menyusui.

Ketika bayi anda sudah menangis dengan kencang dan gelisah, sebaiknya gendong sambil mengayun dan tenangkan bayi terlebih dahulu. Sebagai alternatif, anda dapat menawarkan jari anda ke mulut bayi untuk menenangkannya. Kemudian, lanjutkan upaya mengisap jari dengan memapah puting atau dot botol untuk menyusui.

Si Kecil tetap memberi tanda menangis walau sudah diberi ASI?

Jika anda masih menyusui si Kecil berdasarkan pengamatan gerak-gerik saja ketimbang mengikuti jadwal pemberian ASI, kemungkinan si Kecil akan merasa lapar setiap jam. Kondisi ini disebut dengan cluster feeding. 

Ini kondisi di mana bayi sering menyusu dalam jeda waktu yang singkat. Sebaiknya, anda punya jadwal teratur untuk memberi ASI. Jadi, kapan pun bayi terlihat lapar, segeralah memberi ASI. 

Jika anda menyusui, bayi yang baru lahir kemungkinan membutuhkan asupan ASI setiap 1,5 hingga 3 jam. Totalnya bisa sebanyak 8 sampai 12 kali menyusu dalam satu hari.

Saat si Kecil sudah berusia 4 sampai 8 bulan, anda akan menyusuinya sekitar 7 hingga 9 kali dalam sehari. Tapi, jika anda memberinya susu formula, si Kecil membutuhkan minum susu setiap 2 sampai 3 jam botol.

Cara-cara di atas dapat anda coba untuk mengenali tanda bayi lapar. Dengan lebih memahami tangisan dan gerak-gerik bayi, anda dapat lebih mudah dalam mengurus Si Kecil dan memberi perawatan terbaik untuknya. Terapkan pula waktu pemberian ASI agar anak tak rewel karena kelaparan.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga