Lakukan Pelecehan di Medsos, YouTuber Gita Savitri Tuntut Oknum Mahasiswa di Sumbar Minta Maaf

Lakukan Pelecehan di Medsos YouTuber Gita Savitri Tuntut Oknum Mahasiswa di Sumbar Minta Maaf Gita Safitri (Dok. Instagram)

Covesia.com - YouTuber Gita Savitri Devi mengaku mengalami kejadian yang tidak menyenangkan dari salah satu pengikutnya di Instagram. Baru-baru ini ia mendapat pelecehan seksual verbal atau sexual harassment melalui Direct Message (DM) di akun instagramnya @gitasav.

Hal tersebut ia sampaikan melalui telepon genggam kepada Covesia.com, Selasa (12/9/2019). 

Kejadian bermula pada saat penulis buku "Rentang Kisah" ini mengunggah video suaminya di instastory instagramnya, kemudian unggahan tersebut dikomentari oleh pemilik akun instagram @herwandicrd yang mengandung kata-kata pelecehan seksual. 

Belakangan pemilik akun tersebut diketahui seorang mahasiswa di perguruan tinggi negeri di Padang, Sumatera Barat.

"Jadi awalnya, Tanggal 4 November lalu, aku story-in tentang poligami. Terus akun @herwandicrd ini koment, dan terjadilah perdebatan karena dia gak terima sama isi story aku itu, karena pembahasannya mulai gak enak nih, jadi aku gak tanggapin lagi. Nah, pas aku posting Paul (suami Gita) dia komen lagi. Isi komennya kayak menghina Paul dan ingin membuktikan kejantanan dia ke aku dengan kata-kata yang menurut aku udah pelecehan seksual banget," cerita Gita.

Mendapati perlakuan tersebut, Gita tidak terima dan langsung mengunggah tangkapan layar isi komentar yang masuk melalui direct massage tersebut di instastory instagramnya.

"Aku udah kesal banget, jadi aku screenshot terus aku instastory-in di IG aku. Nah, di situ ada balasan dia yang enggak terima aku posting DM dia," lanjut pelantun single "Seandainya" ini.

Geram dengan perlakuan yang ia terima, Gita pun mencari tahu identitas yang melecehkannya itu. Bahkan tidak sedikit warganet yang mendukungnya dan memberikan informasi tentang pelaku.

"Banyak yang DM aku ngasih tau siapa si pemilik akun @herwandicrd ini, sampai akhirnya aku tau dia siapa, alumni mana, kerja di mana," ujarnya.

Perempuan asal Sumatera Selatan ini mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada salah satu perguruan tinggi negeri di Padang yang menjadi kampus pelaku melalui email.

Namun Gita merasa balasan email yang ia terima dari perguruan tinggi tersebut tidak lengkap dan ia menduga ada kebohongan pada isi email tersebut. 

"Aku lapor ke kampusnya tanggal 12 November 2019, dan akhirnya pada 7 Desember 2019 dibalas juga tapi isinya sama sekali tidak memuaskan karena tidak dijelaskan kapan si pelaku ini dipanggil, kapan pertemuan antara kampus dan pelakunya itu tidak disebutkan. Terus pihak kampusnya ini tulis bahwa si pelaku sudah minta maaf, padahal aku hubungi dia aja gak diangkat-angkat. Aku dapat info juga dari orang, katanya pertemuannya tanggal 15 November, padahal sampai  tanggal segitu dia gak ada hubungi aku, apalagi minta maaf," jelas Gita.

Menurut Gita, pihak perguruan tinggi tersebut seharusnya mengkonfrontir si pelaku dengannya dan memastikan apakah benar pelaku telah meminta maaf kepadanya. 

Gita menuntut pelaku agar segera meminta maaf kepadanya di media sosial melalui tulisan ataupun video. 

"Gue cuma minta si pelaku minta maaf di media sosial dia. Terserah mau berbentuk video ataupun tulisan, minta maaf yang benar-benar ya," tegasnya.

Gita juga mengunggah pelecehan yang dialaminya ke akun @warganetbersabda, di mana akun ini adalah akun miliknya yang sengaja ia buat untuk mengunggah komentar-komentar netizen yang mengandung pelecehan dan penghinaan terhadap dirinya.

Diketahui, Gita memang bukan pertama kali ini mendapat pelecehan seksual melalui media sosial. Ia sempat beberapa kali menerima pelecehan seksual dan penghinaan dari netizen. 

Gita juga sering membahas topik sexual harassment di media sosialnya dan channel YouTube miliknya, memberikan pengetahuan tentang sexual harassment itu sendiri, hingga mengajak perempuan untuk melawan tindakan sexual harassment yang sering dibiarkan karena alasan malu hingga takut.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga