Hubungan Kosumsi Telur Per Hari dengan Kolesterol dan Kesehatan Jantung

Hubungan Kosumsi Telur Per Hari dengan Kolesterol dan Kesehatan Jantung Sumber - pixabay

Covesia.com - Mengonsumsi telur adalah salah satu pilihan banyak orang untung memenuhi kebutuhan protein tubuh. Selain tinggi protein, telur juga mengandung selenium, vitamin D, B6, B12 dan mineral seperti seng, besi dan tembaga.

Dilansir dari Times of India, kolesterol dalam telur seringkali menjadi permasalahan. Seorang dokter menyarankan agar seseorang tidak mengonsumsi lebih dari 300 mg kolesterol setiap harinya.

Sedangkan, telur mengandung 373 mg kolesterol. Jadi seberapa banyak Anda bisa makan telur setiap harinya?

Sebenarnya, kontroversi mengenai telur baik atau buruk untuk kesehatan jantung tidak perlu ditakutkan. Karena, para peneliti telah menemukan bahwa makan telur sehari tidak terkait dengan risiko penyakit jantung.

Studi dari McMaster University dan Hamilton Health Sciences dalam The American Journal of Clinical Nutrition telah menganalisis data dari 3 besar studi multinasional jangka panjang.

"Makan satu telur per hari tidak akan meningkatkan risiko kardiovaskular atau kematian. Meskipun seseorang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular atau diabetes," kata penulis studi pertama Mahshid Dehghan dari McMaster University di Kanada.

Mahshid Dehghan juga mengatakan tidak ada hubungan antara asupan telur per hari dengan kolesterol darah serta faktor risiko lainnya.

Meskipun telur merupakan sumber nutrisi penting, tetapi banyak ahli yang menyarankan untuk mengurangi konsumsi telur. Setidaknya, orang tidak mengonsumsi lebih dari 3 telur seminggu karena bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Studi sebelumnya juga sudah menganalisis tiga studi internasional oleh Population Health Research Institute (PHRI). Analisis ini meliputi 146 ribu orang yang mengonsumsi telur dari 21 negara dan 31 ribu pasien yang menderita penyakit pembuluh darah.

Hasil menunjukkan bahwa tidak ada salahnya mengonsumsi telur. Bahkan individu yang mengikuti penelitian ini mengonsumsi satu telur atau lebih dalam sehari. Buktinya, kondisi mereka tetap aman dan sehat.

"Ini karena sebagian studi relatif kecil atau sedang, tidak termasuk individu dari sejumlah besar negara," kata peneliti studi Salim Yusuf.

(Suara.com)

Berita Terkait

Baca Juga