Lahir di Tanggal 29 Februari, Fakta Seperti Ini Pasti Sering Kamu Alami

Lahir di Tanggal 29 Februari Fakta Seperti Ini Pasti Sering Kamu Alami Ilustrasi

Covesia.com - Ada beberapa hal menarik dirasakan bagi orang yang lahir di tanggal 29 Februari. Bagaimana tidak, tanggal ini hanya muncul di tahun kabisat. Jadi, orang yang lahir pada tanggal ini hanya berulang tahun sekali dalam 4 tahun.

Dirangkum covesia dari beberapa sumber, berikut beberapa fakta menarik yang sering ditanyakan bagi orang yang ulang tahunnya di tahun kabisat:

Mengapa dinamakan tahun kabisat?

Di Indonesia, penamaan tahun kabisat mengikuti pola penamaan yang diambil dari bahasa Arab. Kabisat terbentuk dari kata ‘kabiasah’ yang artinya melompat.

Melompat yang dimaksud di sini ialah perpindahan dari tanggal dari 28 Februari ke 1 Maret pada tahun di luar kabisat. Karenanya, masyarakat menggambarkan tahun kabisat dengan simbol katak.

Berbeda dengan negara Asia lainnya, di Malaysia dan Singapura menamai tahun kabisat dengan sebutan Leap Year.

Istilah Leap Year ini lebih dipilih karena mengikuti sistem penamaan Inggris dan negara-negara lain pun banyak yang menggunakannya.

Berarti ulang tahunnya 4 tahun sekali dong?

Kebanyakan orang bilang, orang yang lahirnya 29 Februari, ulang tahunnya 4 tahun sekali. Padahal bisa juga 8 tahun baru sekali. Coba kamu cek deh, di tahun 2100 atau 1900. Ada gak tanggal 29 Februari nya?

Loh kok bisa ya? Penjelasan ilmiahnya, tidak lain dan tidak bukan yaitu karena pengaruh revolusi bumi terhadap matahari dan sistem penanggalan pada saat zaman Julius Caesar tahun 46 SM serta reformasi saat zaman Paus Gregorius XIII tahun 1582 M.

Kalender Masehi yang ada sampai saat ini berasal dari Kalender Julian, dikenalin sama Julius Caesar tahun 46 SM yang dibantu Sosigenes, seorang astronom asal Aleksandria. 

Di kalender Julian, 1 tahun itu diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi matahari.

Perhitungannya saat itu adalah 1 tahun = 365,25 hari. Nah, karena susah mau dikemanain 0,25 hari nya makanya dibuletin lah 1 tahun = 365 hari. 

Kekurangan 0,25 hari itu diakumulasikan selama 4 kali (berarti 4 tahun -> 4 x 0,25 = 1) untuk dijadikan 1 hari penuh. Dan terjadilah pada tahun keempat jumlah hari dalam 1 tahun = 366 hari.

Dan seiring berjalannya waktu, perhitungan kalender Julian ini kurang tepat dikarenakan belum bisanya astronom saat itu menentukan waktu Revolusi Bumi sampai detail. 

Waktu yang benar untuk bumi mengelilingi matahari adalah 365,242199 hari atau 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik.

Jika berdasarkan kalender Julian, maka sebenernya 1 tahun itu kekurangan 11 menit 14 detik. Memang sih jika dalam rentang waktu yang dekat tidak terasa. 

Namun, jika rentang sampe 1000 tahun, hari akan bergerak 7,8 hari lebih cepat. Nah, karena kondisi inilah Yang Mulia Paus Gregorius XIII pada tahun 1582 M melakukan reformasi pada Kalender Julian.

Menurutnya, Tahun Kabisat adalah tahun yang habis dibagi 4 untuk tahun-tahun biasa. 

Selain itu, Tahun Kabisat juga harus habis dibagi 4 & 100 pada tahun kelipatan abad (ex: 1600, 2000, 2400). Tahun 1900 dan 2100 merupakan tahun kelipatan abad tapi tidak habis jika dibagi 4 dan 100. 

Oleh karena itulah orang yang lahir 29 Februari 2096 akan berulang tahun untuk yang pertama di 8 tahun setelahnya (2104).

Kenapa harus 100 tahun?

Perhitungan revolusi bumi yang baru yaitu 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik.

I. Kelebihan 5 jam 48 menit 46 detik ini dibulatkan menjadi 6 jam agar bisa dijadikan 1 hari setelah diakumulasi 4 tahun (tahun kabisat).

II. Akibat pembulatan 6 jam, maka ada kekurangan waktu yaitu selama 11 menit 14 detik. Jika diakumulasikan 100 tahun (11,23 menit x 100 = 1123 menit), akan dibulatkan menjadi 1 hari (1440 menit) dan inilah alasan mengapa tanggal 29 Februari di tahun abad ini dihilangkan.

Nah, di atas tadi juga sempat disinggung bahwa ada tahun abad yang memiliki tanggal 29 Februari nya (ex: 2000, 2400). Kenapa? ini juga akibat akumulasi waktu yang berlebih tadi untuk dibulatkan (1123 menit menjadi 1440 menit). 

Kenapa penambahan harinya terjadi di bulan Februari, bukannya di bulan Desember?

Dilansir dari berbagai sumber, pada zaman dahulu kala, jauh sebelum jamannya Julius Caesar, kalender Romawi Awal hanya ada 10 bulan dan diawali Bulan Maret. 

Pada tahun 715-673 SM ditambahkan 2 bulan baru yaitu Januari dan Februari sebagai akhir bulan. 

Namun kemudian, ia memindahkan bulan Januari menjadi awal bulan yang didedikasikan kepada Janus yang merupakan Dewa Pintu Gerbang. 

Nah, berdasarkan hal inilah mengapa bulan Februari mendapatkan jatah untuk penempatan tanggal kabisat.

Berdasarkan perhitungan penanggalan, Februari adalah bulan dengan jumlah hari terdikit. 

Salah satu sumber mengatakan bahwa saat itu bulan Februari sebenarnya mendapatkan jatah 29 hari untuk tahun biasa dan 30 hari untuk tahun kabisat.

Namun, saat zaman yang mulia Agustus Caesar, doi mengambil jatah 1 hari di Bulan Februari dan menyisipkannya di Bulan Hexelius atau yg diketahui dengan Bulan Agustus.

Nah, demikian beberapa fakta menarik bagi kamu yang lahir di tahun kabisat yang jarang diketahui. Selamat ulang tahun buat kamu yang lahir di tanggal 29 Februari.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga