3 Cara Jaga Kedekatan Ibu dan Anak, Agar Terhindar dari Risiko Kekerasan

3 Cara Jaga Kedekatan Ibu dan Anak Agar Terhindar dari Risiko Kekerasan Ilustrasi

Covesia.com - Ibu dan anak sebenarnya sudah ‘berkomunikasi’ sebelum anak lahir. Selama kehamilan, tantangan yang dijalani ibu dan anak yang menciptakan kedekatan hubungan tersebut hingga akhirnya bisa membawa manfaat.

Seorang ibu juga memiliki peran penting dalam kesehatan mental anak. Hal ini dikarenakan mereka yang mempersiapkan kebutuhan dasar anak, seperti makanan, air, dan tempat tinggal.

Akhirnya, hubungan tersebut berkembang menjadi sebuah keterikatan. Ketika ikatan tersebut sehat, ternyata dapat membentuk hubungan yang lebih stabil di kemudian hari. Maka itu, hubungan antara ibu dan anak sangat penting untuk perkembangan kesehatan mental keduanya. 

Sebelumnya, mungkin anda sudah pernah dengar bahwa remaja yang melihat orangtua bertengkar berisiko lebih tinggi berada dalam hubungan tidak sehat ketika dewasa. Namun, baru-baru ini terdapat penelitian yang mengungkapkan bahwa hubungan yang berujung dengan kekerasan dapat dicegah dengan kedekatan ibu dan anak. 

Penelitian dari Journal of Interpersonal Violence ini membuat survei yang diikuti oleh 140 remaja. Semua remaja yang mengikuti penelitian ini memiliki orangtua yang menikah atau hidup bersama sejak mereka lahir. 

Dari penelitian tersebut para peserta menjelaskan konflik yang terjadi antara orangtua mereka, kedekatan dengan ibu, dan keterlibatan dalam hubungan yang abusive. Hasilnya, anak-anak yang mendapatkan pola pengasuhan positif, terutama dari ibu, ternyata lebih tidak terlibat dalam kekerasan dalam hubungan ketika remaja. 

Maka itu, kedekatan ibu dan anak bisa memberi manfaat untuk penyelesaian risiko konflik yang terjadi ketika anak mulai memiliki pasangan. Mereka akan terhindar dari kekerasan dan sikap abusive di masa depan.

Tips menjaga kedekatan antara ibu dan anak agar manfaatnya terasa

Manfaat kedekatan ibu dan anak terhadap kesehatan mental mereka, terutama mencegah terjadinya hubungan abusive dalam berpacaran, sudah terbukti lewat penelitian. Namun bagaimana caranya menjaga hubungan tetap sehat antara ibu dan anak? 

Dikutip covesia dari laman Hellosehat, berikut ini ada beberapa tips menciptakan hubungan yang harmonis antara ibu dan anak yang mungkin dapat membantu anda sebagai orangtua: 

1. Katakan anda menyayanginya

Salah satu cara menjaga kedekatan antara ibu dan anak agar mereka terhindar dari risiko hubungan abusive dalam berpacaran adalah berkata anda menyayanginya. Cobalah untuk memberitahu anak bahwa anda mencintai mereka, berapapun usianya. 

Tahukah anda bahwa konflik merupakan salah satu momen yang paling penting bagi anda untuk mengatakan sayang kepada anak? Walaupun anda mengalami perselisihan, usahakan untuk mengatakan hal tersebut agar mereka tahu bahwa anda hanya tidak menyukai perilaku anak. 

Dengan begitu, anak tahu bahwa anda mencintai mereka tanpa syarat dan dapat memperkuat kedekatan ibu dan anak. Jangan lupa berikan juga pelukan yang bermanfaat bagi mental mereka. 

2. Memanggil anak dengan panggilan kesayangan

Selain berkata anda menyayangi anak, menjaga kedekatan ibu dan anak agar mereka terhindar dari hubungan yang abusive ketika berpacaran adalah memiliki panggilan kesayangan. 

Panggilan kesayangan ini mungkin bisa anda mulai di rumah, misalnya ‘dedek’, ‘kakak’, ‘abang’ atau singkatan dari nama anak. Tujuannya adalah membuat anak merasa lebih spesial di mata orangtuanya. Dengan demikian, kedekatan anak dan ibu jadi lebih terasa manfaatnya.

3. Menghargai pilihan anak

Menghargai pilihan anak ternyata juga bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kedekatan antara ibu dan anak agar mereka terhindar dari hubungan yang abusive. 

Hal ini bertujuan agar anak mengembangkan kemampuan untuk mengambil keputusan. Pada saat anak memilih dan memakai baju dan celana yang tidak serasi, mungkin anda bisa memberitahunya baik-baik. 

Tidak perlu bilang kepadanya bahwa pilihan mereka jelek atau anda membencinya. Cukup dengan memberitahunya bahwa hal tersebut tidak serasi, tetapi ketika mereka nyaman tentu anda tidak bisa berkata tidak, bukan?

Kedekatan ibu dan anak memang dapat memberi manfaat yang cukup baik terhadap risiko hubungan abusive dalam berpacaran. Namun, hal ini tidak menjadi satu-satunya faktor yang dapat menurunkan risiko tersebut, masih ada pola pengasuhan yang bisa mencegah hubungan abusive pada remaja lainnya.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga