Tanda Pasien Virus Corona Sudah Sembuh yang Perlu Diketahui

Tanda Pasien Virus Corona Sudah Sembuh yang Perlu Diketahui Ilustrasi

Covesia.com - Penyebaran virus corona memang luar biasa. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 24.000 lebih kasus infeksi virus tersebut.

Menurut dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp.P(K), di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, pada Selasa (4/2) lalu, penyebaranya jauh lebih cepat ketimbang flu burung.

Namun, kesempatan untuk sembuh dari virus corona jauh lebih besar. Maka itu, yuk, cari tahu lebih lanjut bagaimana pasien infeksi virus corona bisa sembuh meski belum ada obatnya.

Apa Tanda Bahwa Pasien Virus Corona Sudah Sembuh?

Menurut dr. Diah, persentase kematian dari kasus infeksi corona hanya 2-3 persen. Sedangkan flu burung persentase kematiannya bisa mencapai 80 persen. Jadi, dari banyaknya kasus virus corona yang terjadi. Masih ada secercah harapan yang membuat para pasien yakin bahwa mereka bisa sembuh.

Lalu, apa yang menandakan bahwa pasien infeksi coronavirus sudah sembuh, ya? Menurut dr. Diah, ada ciri atau tanda-tanda bahwa orang sudah benar-benar terbebas dari infeksi virus mematikan tersebut. Pertama, untuk memastikan sudah sembuh atau belum, pasien harus kembali melakukan tes virus sebanyak dua kali.

Jika kedua hasil laboratorium sudah negatif, berarti kemampuannya dalam menularkan sudah tidak ada. Kedua, apabila gejala klinis yang sebelumnya dirasakan, seperti demam tinggi, sesak napas, pilek, dan batuk parah sudah tidak terjadi, maka pasien dapat dinyatakan sembuh.

Pengobatan Apa untuk Mengatasi Virus Corona?

Meski negara lain ada yang mengakui bahwa obat anti-HIV dapat mengembalikan kesehatan pasien. Namun, hal itu tidak sepenuhnya bisa diyakini. Pasalnya, masih butuh banyak penelitian untuk menentukan seberapa ampuh obat HIV untuk mengatasi 2019-nCoV.

Saat ini, pengobatan yang diberikan pada pasien infeksi virus corona bersifat simtomatik (perawatan suportif) karena belum ada obat atau vaksinasi yang dapat menangkal 2019-nCoV. Pengobatan simtomatik yang diberikan mirip dengan pertolongan pertama yang disarankan oleh dr. Devia Irine Putri dikutip covesia dari KlikDokter.

Misalnya, minum obat penurun demam, seperti parasetamol atau ibuprofen, dan lain sebagainya. Penderita juga disarankan untuk minum air putih yang banyak karena itu cairan sangat mendukung kesembuhan orang yang sedang terinfeksi virus maupun bakteri. 

Jika obatnya benar sudah ditemukan, pasti WHO sudah memberitahukan hal itu kepada seluruh dunia agar bisa segera digunakan. Jadi, sampai sekarang, belum diketahui pengobatan spesifik apa yang membuat mereka sembuh.

Jika bicara soal virus, sistem kekebalan tubuh dari tubuh penderita adalah hal yang sangat diandalkan di sini. Ahli mikrobiologi klinik, yang juga merupakan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio menerangkan virus sebenarnya tidak dapat disterilkan.

Menurutnya, itu akan mengganggu keseimbangan mikrobiologi dalam tubuh. Obat-obatan yang diberikan di rumah sakit bukan hanya mengurangi gejala, namun juga untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan memiliki ketahanan atau kekebalan tubuh yang lebih kuat, tubuh bisa sembuh sendirinya saat terinfeksi virus corona.

Dari sekian macam pasien coronavirus, orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah adalah pasien berusia lanjut. Selain memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik, umumnya mereka juga sudah memiliki riwayat penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit paru.

Maka, menurut dr. Diah, pasien lansia yang memiliki riwayat penyakit kronis punya kesempatan sembuh yang lebih kecil. Ini karena sistem kekebalan tubuhnya akan berperang melawan beberapa penyakit sekaligus, sehingga itu bisa membuat ia semakin lemah dan akhirnya meninggal dunia.

Itulah sebabnya, faktor usia dan riwayat penyakit sangat memengaruhi kesembuhan pasien virus corona. Terlebih tidak diketahui pula, apakah setelah sembuh orang tersebut dapat terjangkit virus corona lagi atau tidak bila ia berkontak dengan orang yang masih terinfeksi.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga